Melongok Produksi Cone Ice Cream Tradisional

By retno, Kamis, 13 Desember 2012 | 07:34 WIB
Melongok Produksi Cone Ice Cream Tradisional (retno)

    Dimana-mana, es krim lumrah disajikan di atas cone wafer yang renyah. Variasinya kini ada juga cone waffle yang lebih tebal dan rasanya manis. Pembuatan cone es krim umumnya lebih banyak dijalankan secara modern. Sudah tentu cone hasil pabrikan ini mengandalkan mesin dalam proses produksinya. Tak heran jika  ribuan cone bisa dihasilkan sebuah pabrik es krim setiap harinya. Nah, terselip di antara pelaku bisnis pembuatan cone es krim yang justru masih mengandalkan proses tradisional dalam pembuatannya. Di Muntilan, Jawa Tengah, Slamet Sudarto  (47) bertahan dengan produksi cone andalannya. Hasil produksinya dalam sehari sedikitnya 7 ribu atau sekitar 50 ribu-buah cone per minggu.  Di tangannya, cone berkualitas premium diproduksi untuk memenuhi pasar Jawa Tengah bahkan beberapa kota besar di luar pulau seperti Sumatera, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat. Lokasi pabrik cone bermerek Alexa ini terletak di kawasan Kadirojo, Johar, Muntilan. Di sebuah bangunan seluas 100 meter persegi, Slamet memproduksi cone hasil kecekatan tangan para karyawan yang didiknya secara telaten sejak tahun 2005.Slamet memberlakukan sistem minimum order sebanyak 1000 buah dengan harga Rp 450 ribu-an. Keistimewaan lainnya, berbagai ukuran cone juga diproduksi disini, khususnya yang berjenis wafer. Ukurannya dari diameter 5,5 sentimeter hingga 4 sentimeter dengan panjang 8,5 sentimeter dan 7,5 sentimeter. 

Cone Alexa, Muntilan, Jawa Tengah

Penjualan: Jagalan, 347 Muntilan Jawa Tengah Produksi: Kadirejo, Johar, Muntilan Jawa Tengah081328047599/ 085643208428/(0293) 32520908/087839924380