3 Tahun Hendrik Ceper Meninggal, Ternyata Kuning Telur Bisa Jadi Pemicu Utama Penyakit yang Renggut Nyawanya

By Farah K, Rabu, 28 Agustus 2019 | 18:30 WIB
Sudah 3 Tahun Hendrik Ceper Meninggal, Ternyata Kuning Telur Jadi Pemicu Utama Gagal Ginjal yang Renggut Nyawanya (Nova.grid.id)

SajianSedap.com - Anda masih mengingat Hendrik Ceper?

Pelawak bertubuh unik ini telah meninggal dunia sejak 3 tahun yang lalu.

Ternyata kuning telur jadi pemicu utama gagal ginjal yang turut merenggut nyawa Hendrik Ceper. 

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Tanpa Suami, Mulan Jameela Malah Ketahuan Masak Untuk Mantan Pacar!

Komedian dengan tubuh mungil ini dikenal melalui program komedia tawa sutra dan sejumlah sinetron.

Nama Hendrik Ceper sempat memberikan tawa dan canda keluarga di rumah pada era tahun 2000an.

Namun sakit jantung dan gagal ginjal membuat dirinya harus berpulang selamanya pada 2016 lalu.

Tak banyak yang tahu, sebelum meninggal Hendrik mengalami kondisi yang sangat menyedihkan.

Bahkan, kondisi tersebut sudah dialaminya sebelum terjun ke industri hiburan Tanah Air.

Baca Juga: Tale of The 'Tape', Why Peuyeum is Hung and Why Most People Cant Tell The Difference

Tak hanya candaan yang ia keluarkan, sosok Hendrik begitu dikagumi oleh banyak komedian lain di Indonesia.

Salah satunya adalah Daus Mini.

Hendrik Ceper dan Ucok Baba

Daus mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Hendrik karena tetap berusaha keras menafkahi keluarganya.

Bahkan disaat pamornya menurun, almarhum rela menjadi buruh di perusahaan tekstik saat job di layar kaca perlahan berkurang.

Hendrik rela menderita asal keluarganya tetap bisa makan dan dapur tetap bisa 'ngebul' setiap hari.

Lebih lanjut, kata Daus, yang tak dapat dilupakan dari sosok Hendrik sahabatnya adalah, tak pernah mengeluh masalah hidup kepada teman sesama artis. Masalah itu selalu disembunyikan.

"Mau ada masalah rumah tangga atau masalah sakit, dia nggak pernah cerita. Dia selalu ceria," ujar Daus.

Baca Juga: Masih Jualan Es Teh Sebelum Meninggal, Ini Pesan Terakhir Rusmini Ibu yang Kepalanya Diinjak Anak! Cuma 5 Patah Kata

Sempat Ngemis hingga Jadi Debt Collector

Sebelum terjun dalam dunia hiburan, Hendrik sempat memiliki ragam pekerjaan.

Namun, bisa dibilang pekerjaannya jauh dari kata layak.

Hendrik lahir dari keluarga keturunan Tionghoa, di Bekasi pada tahun 1979.

Terlihat sederhana, kalem, rendah hati siapa sangka di awal kehidupan remajanya ia adalah remaja yang nakal sampai-sampai dia di-drop out oleh sekolahnya.

Baca Juga: Tak Hanya Gading Marten, Denny Sumargo Juga Gencar Dijodohkan dengan Luna Maya Setelah Komentar Kata Manis Difoto Tiup Kue

Setelah ia dikeluarkan dari sekolahnya Hendrik pun menjadi "gembel" di daerah kisaran Jakarta Timur.

Ia mengemis dan menjadi gelandangan untuk mendapatkan uang.

Ilustrasi pengemis

 

Uang tersebut ia gunakan untuk membeli lauk.

Selepas ia menjadi "gembel" mengemis dijalan, ia pun seperti menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadiannya saat itu, yakni slengean, urakan, dan (mungkin) gemar berkelahi.

Dengan kepribadiaanya itu ia pun bekerja sebagai penagih hutang atau debt collector.

Setelah itu berlalu, pada tahun 2000 ia diajak untuk belajar teater di Teater Ciliwung oleh salah satu penggerak Teater tersebut.

Artikel akan berlanjut setelah video berikut ini

Dengan belajarnya Hendrik Ceper di Teater Ciliwung dan membekali dirinya dengan "bisa berakting".

Hendrik meninggal dunia di RS Tasik Medika Citratama, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Hendrik sempat kritis selama 12 hari di rumah sakit tersebut akibat sakit jantung dan gagal ginjal dideritanya.

Baca Juga: Ternyata Kulit Melon Punya 5 Manfaat Luar Biasa, Salah Satunya Atasi Jerawat! #SahabatBuah Harus Tahu Cara Pakainya

Pola Makan Lemak Hewani Picu Gagal Ginjal

Salah satu penyebab gagal ginjal dari Hendrik adalah pola makan.

Pola makan perlu diatur agar tidak mudah terserang gagal ginjal, salah satu memperhatikan pola makan dengan tinggi lemak hewani.

Hasil pencernaan dalam usus yang berasal dari produk hewani tinggi lemak diketahui akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dalam studi terbaru diketahui makanan tersebut juga dikaitkan dengan penyakit ginjal kronik.

Kondisi Hendrik Ceper sebelum meninggal

Para peneliti di Klinik Cleveland mengamati bahwa peningkatan kadar Trimethylamine N-oksida (TMAO) dalam darah seseorang bisa membantu memprediksi apakah dia akan beresiko menderita gagal ginjal kronik atau tidak.

Dalam bagian terpisah dari penelitian ini, dengan menggunakan hewan, peneliti menemukan bahwa diet kaya TMAO membuat ginjal pada tikus menjadi lemah dan senyawa ini akan di akumulasi, sehingga mepercepat perkembangan penyakit ginjal kronik dan penyakit jantung.

"Ini menunjukkan kepada kita bahwa TMAO merupakan sebuah mediator penyakit kardiovaskular dan sekarang tampaknya menjadi mediator dalam pengembangan ginjal kronik," kata Stanley Hazen, ketua departemen kedokteran molekuler di Lerner Research Institute di Cleveland Clinic.

Di lain pihak, seseorang yang menderita penyakit ginjal kronik juga beresiko tinggi menderita penyakit jantung.

Makanan penyebab gagal ginjal

"Semakin buruk fungsi ginjal, semakin tinggi TMAO yang di dapat," katanya.

TMAO terbentuk ketika sistem pencernaan memetabolisme makanan seperti daging merah, daging sapi muda, dan kuning telur.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan TMAO dengan aterosklerosis atau penumpukan pak di pembuluh darah.

Lama kelamaan plak ini akan menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Tetapi, penelitian ini hanya menemukan kaitan pada tikus.

Baca Juga: Penyebab Ikan Asin Tidak Bisa Renyah Tahan Lama, 5 Kesalahan Ini Pasti Kita Lakukan

Belum tentu efek yang sama juga terlihat pada manusia.

Karena itu para peneliti kini akan melanjutkan penelitiannya untuk mengetahui apakah perubahan pola makan tertentu bisa mencegah terbentuknya TMAO dan mencegah penyakit ginjal.

Tak ingin gagal ginjal, segera atur pola makan yang baik.

#GridNetworkJuara