Viral Es Batu dan Air Bisa Mengetahui Kondisi Jantung Seseorang, Begini Penjelasan Dokter

By Raka, Sabtu, 22 Februari 2020 | 05:15 WIB
Viral cara cek kondisi jantung dengan es batu dan air (Kolase tribunnews)

Viral Es Batu dan Air Bisa Mengetahui Kondisi Jantung Seseorang, Begini Penjelasan Dokter

SajianSedap.com - Jantung merupakan salah satu organ tubuh terpenting.

Jantung juga menjadi organ tubuh yang rentan terkena penyakit.

Untuk itu, kita wajib menjaga kondisi dari jantung.

Baca Juga: Rutin Makan Lobak Secara Teratur, Hal Mengejutkan ini Bisa Terjadi Pada Jantung Anda

Kondisi jantung bisa kita lakukan saat melakukan kunjungan ke dokter.

Namun, baru-baru ini beredar sebuah cara untuk cek kesehatan jantung seseorang.

Yakni cukup menggunakan es batu dan air!

Penjelasan dokter soal es batu dan air bisa cek jantung

Sebuah ilustrasi mengenai cara cek jantung dengan mudah menjadi viral di antara masyarakat Indonesia.

Cara tersebut diawali dengan memasukkan es batu ke wadah berisi air. Setelah itu, kedua tangan dimasukkan ke dalam air dan es batu selama 30 detik.

Menurut ilustrasi tersebut, apabila jari memerah maka jantung aman.

Sementara itu, bila jari menjadi pucat, maka artinya jantung tidak aman.

Baca Juga: Bukan Salah Makanan, Ternyata Kurang Tidur Juga Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak! Ini Alasannya

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ternyata Gigi Susu Anak Bisa Digunakan Untuk Obat Kanker Sampai Cegah Serangan Jantung, Lo!

Baca Juga: Bisa Terjadi Pada Siapa Saja, Dokter Ungkap Mengapa Serangan Jantung Sering Terjadi saat Dini Hari! Persis yang Dialami Ashraf Sinclair

Namun, benarkah cara sederhana ini bisa menentukan kesehatan jantung?

Untuk mendapatkan jawabannya, Kompas.com menghubungi dr Ivan Noersyid, SpJP, dokter spesialis jantung dari RS Awal Bros Bekasi Timur, Kamis (19/12/2019) dan Prof Ari Fahrial Syam, Akademisi dan Praktisi Klinis pada Jumat (12/20/2019).

Artikel berlanjut setelah video berikut ini.

 

 

Baik Ivan maupun Ari sependapat bahwa ilustrasi tersebut tidak benar.

Ari mengatakan, (ilustrasi ini) hoaks. Tidak ada pemeriksaan ini di kedokteran.

Ivan pun mengatakan bahwa cara yang diilustrasikan tidak terbukti secara ilmiah, baik pada pustaka lama maupun pustaka baru.

Malah, Ivan berkata bahwa memeriksa jantung dengan cara itu bisa jadi berbahaya bagi pengguna karena secara medis tidak ada atau belum terbukti ilmiah.

Daripada menggunakan cara itu, Ivan lebih menyarankan untuk sadar akan faktor risiko akan penyakit jantung.

Sebagai contoh, untuk penyakit jantung koroner, faktor risiko meliputi usia di atas 40 tahun, memiliki penyakit diabetes melitus atau hipertensi, obesitas, meminum alkohol dan merokok.

Sementara itu, gejala dari penyakit jantung antara lain nyeri pada dada atau rasa berdebar-debar.

Di samping mengetahui faktor risiko, cara termudah untuk mengecek kesehatan jantung adalah dengan memeriksa nadi sendiri. Pada saat ini, sudah ada berbagai bantuan alat seperti pada ponsel atau pada jam pintar yang dapat mempermudah pemeriksaan denyut nadi.

Untuk diketahui, denyut nadi normal mencapai 60-100 kali per menit. Bila denyut nadi Anda berada di luar batas normal, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Ashraf Sinclair Meninggal Karena Serangan Jantung, Kebiasaan Baik Sehari-hari Ini Bisa Buat Jantung Tetap Sehat!