Beredar Kabar Makan Nasi Sisa Kemarin Jauh Lebih Sehat dan Rendah Diabetes, Berikut Penjelasan Lengkapnya Menurut Ahli!

By Marcel Mariana, Sabtu, 31 Oktober 2020 | 11:45 WIB
Nasi sisa rendah diabetes? berikut penjelasan ahli (Tribun Jambi - Tribunnews.com)

Beredar Kabar Makan Nasi Kemarin Jauh Lebih Sehat dan Rendah Diabetes, Berikut Penjelasan Lengkap Dari Ahli yang Wajib Jadi Perhatian

Sajiansedap.com - Kebiasaan dari setiap orang adalah ketika nasi tidak habis pasti akan disimpan sampai besok untuk dipanaskan kembali.

Hal ini lantaran sayang jika harus dibuang.

Biasanya nasi sisa kemarin akan dibuat nasi goreng agar tetap bisa di makan kembali.

Nasi sisa juga dianggap tidak berbahaya karena disimpan dengan rapi dan aman di dalam rice cooker ataupun bakul nasi.

Baca Juga: Jadi Favorit! Jangan Pernah Makan Nasi Padang dengan 2 Lauk Ini, Nikmatnya Harus Dibayar dengan Malapetaka

Tindakan menghangatkan nasi bukan hanya bagian dari sifat berhemat, melainkan juga memiliki manfaat kesehatan.

Pasalnya, reaksi zat-zat kimia yang terjadi saat makanan itu disimpan semalaman ternyata punya banyak manfaat positif.

Benarkah?

Yuk, cari tahu lebih lengkapnya berikut ini.

Nasi Sisa Bisa Lebih Rendah Kalori

Nasi sisa kemarin ternyata terbukti punya kandungan kalori 60 persen lebih sedikit dibandingkan dengan nasi yang baru matang.

Namun, jika kita ingin mengonsumsi nasi kemarin, kita tetap perlu memasaknya dengan benar.

Salah satu cara menanak nasi yang dianjurkan adalah menambahkan sedikit minyak kelapa setelah air mendidih sebelum beras dimasukkan dalam panci.

Baca Juga: Tips Membuat Masakan Jadi Makin Cantik Ala Novotel Tangerang, Semua Pasti Bisa

Baca Juga: Terbongkar Cara Membuat Nasi Goreng yang Harumnya Bikin Ngiler, Cuma Perhatikan 3 Langkah ini

Setelah matang dan dingin, masukkan nasi ke dalam kulkas selama 12 jam.

Jika nasi yang baru matang langsung dimakan, pati akan diubah menjadi gula atau glukosa oleh tubuh.

Glukosa ini jika tidak langsung dibakar akan disimpan sebagai lemak.

Sementara itu, jika nasi didiamkan semalaman, pati akan diubah menjadi pati resistan yang tidak bisa dicerna tubuh.

Ini berarti kalori tidak akan bertambah.

Penambahan minyak kelapa juga akan membuat nasi kemarin tidak terlalu lengket dan memproduksi lebih banyak pati resistan dalam nasi.

Walau begitu, memanaskan kembali nasi ternyata tidak terlalu direkomendasikan.

Baca Juga: Rutin Minum Air Rebusan Kulit Salak 1 Liter Setiap Hari, Penyakit Mematikan Ini Dijamin Tak Akan Menyerang Tubuh

"Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses pemasakan.

Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit," kata Martin Goldberg, ahli mikrobiologi.

Bahan Lain yang Baik Dimakan Keesokan Harinya

Selain nasi, sup tulang juga mengandung banyak manfaat, terutama keindahan kulit.

Kolagen dalam tulang akan dipecah menjadi gelatin dan mudah dicerna tubuh sehingga bermanfaat bagi kulit.

Artikel Berlanjut Setelah Video di Bawah ini : 

Agar manfaatnya lebih optimal, disarankan untuk mendiamkan dulu sup tulang sebelum diasup.

Proses ini akan membuat mineral yang terkandung di dalam tulang, seperti kalsium, magnesium, dan sumsum, lebih mudah diserap tubuh.

Panaskan sup satu kali saja dan dalam suhu tidak terlalu panas, atau sekitar 60 derajat agar bakterinya mati.

Ini berarti, pisahkan sup dalam panci kecil setiap kali akan dipanaskan.

Baca Juga: Jadi Favorit! Jangan Pernah Makan Nasi Padang dengan 2 Lauk Ini, Nikmatnya Harus Dibayar dengan Malapetaka

Makanan lain yang nilai nutrisinya lebih tinggi jika tidak dikonsumsi setelah matang adalah kentang.

Kentang yang didinginkan dulu setelah dimasak akan memiliki kandungan zat pati lebih banyak.

Zat pati tersebut diketahui memiliki manfaat, seperti serat pangan, yang membantu mencegah kanker kolon, meningkatkan rasa kenyang, bahkan mengurangi cadangan lemak.

Demikian pula halnya dengan pasta.

Konsumsi makanan ini setelah dipanaskan ternyata membuat gula darah tidak terlalu tinggi. Ini berarti cukup aman bagi penderita diabetes.

"Pasta yang baru dimasak adalah karbohidrat yang akan dipecah menjadi gula di usus. Ini akan meningkatkan kadar gula darah, menyebabkan lonjakan kadar insulin.

Baca Juga: Cara Buat Bakpao Super Lembut dan Mengembang Sempurna Ala Bakery, Cukup Perhatikan 2 Hal Ini

Fluktuasi seperti ini lama-kelamaan akan memicu diabetes melitus," kata Sam Christie, peneliti makanan.

Nah, mendinginkan lalu menghangatkan kembali pasta sebelum disantap menurut Christie akan membuatnya lebih resistan terhadap enzim normal di usus.

Baca Juga: Jangan Langsung Dibuang! Ternyata Kulit Bawang Bombai Punya Manfaat Luar Bisa yang Jarang Orang Tahu, Lo!

Dapatkan aneka resep praktis dan mudah langsung dari handphone sase lovers dengan berlangganan emagz tabloid saji dengan klik di sini