Pantas Saja Malas Pulang Kerumah, Ternyata Ini Penyebab Utama Gading Marten dan Gisella Anastasia Pisah

By Gustia, Kamis, 4 Februari 2021 | 08:10 WIB
Gading Marten dan Gisella Anastasia (Tribun Timur - Tribunnews.com)

Penyebab Perceraian Gading dan Gisel

Selama ini penyebab perpisahan Gading dan Gisel memang masih menjadi tanda tanya.

Namun, akhirnya terjawab sudah alasan mengapa keduanya memilih untuk bercerai.

Dilansir dari GridPop.id, pada 2019 lalu, Gisel sempat mengaku bahwa perceraiannya dengan Gading masih terasa seperti mimpi.

Gading Marten akhirnya ungkap penyebab perceraiannya

Ia tidak menyangka pernikahan yang mereka jalani selama 5 tahun akan berakhir dengan ketukan palu hakim.

"Sebenarnya bukan memberatkan atau gimana sih, tapi apa yang membuat sedih paling lebih ke memories sama kadang masih kayak mimpi gitu, gila juga ya nekat juga ya ini," kata Gisel melansir Kompas.com.

"Enggak tahu, dijalanin aja enggak pernah kebayang sebelumnya kan pasti jadi dijalanin ya dengan segala perasaan campur aduk di baliknya, tapi yang pasti baik-baik aja seperti biasa," sambungnya.

Penyebab Gading dan Gisel bercerai pun terungkap dari sidang putusan tersebut.

Baca Juga: Padahal Diselingkuhi, Gading Marten Malah Pasang Badan Bela Gisel yang Terus Dibully, 'Kalau Mau Nyalahin, Salahin Gue Aja'

Baca Juga: Bak Benarkan Dirinya Sudah Move On Dari Gisel, Gading Marten Ngaku Pernah Rela Lakukan Hal Mengejutkan Ini Demi Mengejar Cintanya

Saat membacakan putusan cerai, Rabu (23/1/2019), Ketua Majelis Hakim, Asiandi Sembiring mengatakan percekcokan menjadi alasan utama Gisel menggugat cerai Gading.

"Menimbang, berdasarkan keterangan saksi bahwa benar terjadi percekcokan antara penggugat dan tergugat, sering terjadi percekcokan terus menerus," kata Asiadi Sembiring di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, melansir dari Tribun Jabar.

Percekcokan dalam rumah tangga yang terlalu sering itulah yang akhirnya membuat Gading dan Gisel memutuskan untuk tidak tinggal serumah.

"Hal tersebut yang membuat penggugat dan tergugat tidak tinggal serumah lagi. Jika hati yang satu sudah pecah tidak dapat dipertahankan lagi," ungkap Asiadi Sembiring.