Tolong Tahan Kalau Mau Panjang Umur, Orang dengan 3 Kondisi Ini Dilarang Keras Makan Hati Ampela Ayam, Efeknya Bisa Mengancam Nyawa

By Virny Apriliyanty, Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:10 WIB
Ampela Ati Ayam ()

SajianSedap.com - Di Indonesia, konsumsi hati ampela ayam memang cukup tinggi.

Jeroan ayam ini bahkan dijadikan sate wajib kala makan bubur ayam sampai aneka soto.

Bahkan, lauk berbahan utama hati dan ampela ayam pun sudah banyak banget bermunculan, lo.

Baca Juga: Satu Indonesia Ditipu! Makan Tempe Jenis ini Ternyata Beracun, Stop Dari Sekarang Kalau Tak Ingin Nyawa Melayang

Tapi tahukah kamu kalau hati dan ampela ayam ternyata tak selalu menyehatkan dan aman dikonsumsi.

Soalnya, orang dengan 3 kondisi ini dilarang keras makan hati ampela ayam.

Kalau masih ngeyel, efeknya bisa mengancam nyawa.

1. Penderita Kolesterol

Selain nutrisi yang telah disebutkan di atas, jeroan terbukti mengandung juga kolesterol tinggi.

Melansir Buku Dasar-Dasar Gizi Kuliner (1998) oleh C. Soejoeti Tarwotjo, jeroan adalah sumber zat kolesterol.

Menu Pelengkap Nikmat Untuk Makan Malam, Resep Hati Ampela Goreng Bumbu Gurih Ini Jawabannya

Baca Juga: Kata Siapa Sehat? Orang dengan Kondisi ini Justru Pantang Minum Air Rebusan Salam, Risikonya Fatal Banget Kalau Masih Nekat

Asupan kolesterol dari makanan yang berlebihan tentu bisa memicu masalah kolesterol tinggi.

Seperti diketahui, jumlah kolesterol yang terlalu banyak di dalam darah dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras atau menyempit (aterosklerosis).

Apabila aliran darah menuju jantung sampai terganggu, maka dapat terjadi penyakit jantung.

Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi berbahaya berupa serangan jantung.

Beberapa studi bahkan menemukan hubungan linier antara hiperkolesterolemia dan risiko hiperurisemia (penyakit asam urat).

Oleh sebab itu, konsumsi jeroan harus dipantang oleh penderita asam urat.

Artikel berlanjut setelah video di bawah ini.

2. Penderita Asam Urat

Selain kolesterol, jeroan juga terbukti mengandung senyawa purin yang sangat tinggi.

Melansir Buku Bebas Penyakit Asam Urat Tanpa Obat (2012) oleh Lanny Lingga, PhD, semua jeroan mengandung purin yang sangat tinggi.

Alhasil, konsumsi jeroan akan menambah purin dalam jumlah banyak sehingga mengganggu keseimbangan purin dalam serum. Bagi seseorang yang kebal terhada purin sekali pun, jeroan berpotensi micu peningkatan asam urat.

Baca Juga: Jadi Kebiasaan Orang Indonesia! Lebih Baik Gak Makan Nasi Kalau Dicucinya Masih dengan Cara Salah Ini, Ibarat Kasih Racun ke Seisi Rumah

 

3. Penderita Diabetes Mellitus tipe 2

Dalam bukunya, Lanny Lingga, PhD juga menyebut, jeroan adalah sumber lemak jenuh.

Konsumsi lemak jenuh hewani yang berlebihan dapat menekan ketersediaan omega-3 bagi tubuh karena menghambat kinerja enzim desaturase dan elongase yang bertugas mengubah omega-3 ALA menjadi DHA dan EPA.

Defisiensi omega-3 menyebabkan peningkatan kadar asam urat sekaligus memicu serangan gout atau penyakit asam urat.

Selain itu, asupan memak jenuh terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko dan memperbutuk kondisi penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus tipe 2.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Bahaya Makan Jeroan bagi Kesehatan"

Baca Juga: Nyesel Gak Tahu Dari Dulu, Masak Sayur Asem dengan Panci Aluminium Bisa Pelan-pelan Membunuh Keluarga Di Rumah, Ngeri!