Bukan Kenyang Malah Bolak Balik Rumah Sakit, Kebiasaan Makan Mi Instan Dua Kali Seminggu Bikin Dokter Shock, Bahayanya Gak Main-main

By Raka, Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:40 WIB
Bahaya makan mi instan dua kali seminggu yang tak banyak orang tahu (Tribunnews.com)

 

SajianSedap.com - Siapa yang suka makan mi instan setiap malam?

Mi instan dianggap sebagai solusi utama dalam mengatasi lapar.

Apalagi mi instan juga kerap disantap saat musim hujan tiba.

Sehingga tidak heran masyarakat tak bisa lepas dari menyantap mi instan.

Dibalik rasanya yang nikmat, tentunya kebiasaan makan mi instan bisa berubah jadi malapetaka.

Baca Juga: Park Hotel Cawang-Jakarta: A Textbook Business Hotel That Has Done Things More Than Necessary

Terutama jika sering dimakan sebanyak dua kali seminggu.

Dokter pasti shock saat lihat hasilnya.

Jika Wanita Makan Mi Instan Dua Kali Seminggu

Di balik kenikmatan yang kamu dapat dari mi instan, tersimpan bahaya yang mengerikan.

Apalagi jika kamu makan mi instan setiap hari.

Melansir laman Kompas.com, kandungan yang ada di dalam mi instan tidak cukup baik untuk tubuh kita.

Ternyata kebiasaan makan mi instan menjadi salah satu penyebab jutaan anak di Asia mengalami kurang gizi yang memicu stunting.

 

Bahkan bisa dibilang mi instan adalah makanan dengan gizi yang minim, bahkan tidak ada sama sekali.

Mi instan sendiri mengandung banyak karbohidrat tepung serta kandungan garam sodium yang tinggi.

Baca Juga: Satu Indonesia dalam Bahaya! Kebiasaan Makan Nasi dengan Mi Instan Ternyata Bikin Malaikat Maut Datang Lebih Cepat, Ini yang Diam-diam Terjadi dalam Tubuh

Hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang, misal peningkatan berat badan, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Tak hanya penyakit itu saja, penelitian yang dilakukan oleh Dr Hyun Joon Shin di Amerika menunjukkan risiko yang lebih besar perempuan.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition itu menyebutkan, wanita yang mengonsumsi mi instan dalam dua kali atau lebih dalam seminggu akan berisiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik dibandingkan dengan yang tidak makan mie instan sama sekali.

Artikel berlanjut setelah video di bawah ini. 

 

 

Sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang terjadi secara bersamaan seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula darah yang tinggi, kelebihan lemak di sekitar pinggang, serta kenaikan kadar kolesterol yang tidak biasa.

Dilansir dari healthline.com, beberapa peneitian juga mengatan bahwa kandungan MSG dapat berdampak negatif bagi kesehatan otak.

Satu studi menemukan bahwa MSG dapat menyebabkan pembengkakan dan kematian sel-sel otak dewasa.

Meskipun MSG kemungkinan aman dalam jumlah sedang, beberapa orang mungkin memiliki sensitivitas terhadap MSG dan harus membatasi asupannya.

Baca Juga: Cuma Orang Indonesia yang Gak Tahu! Air Rebusan Mi Instan Ternyata Punya Manfaat Luar Biasa, Nyesel Seumur Hidup Kalau Dibuang

Kondisi ini dikenal sebagai kompleks gejala MSG.

Penderita mungkin mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, otot tegang, mati rasa dan kesemutan.

Cara mengatasi bahaya mie instan Seorang ahli gizi di New York University, Lisa Young mengatakan, sebenarnya mi instan boleh dikonsumsi asalkan tidak setiap hari.

Ia juga menyarankan, sebaiknya mi instan sebaiknya dikonsumsi dengan cara mengkombinasikan dengan makanan yang bukan makanan pemrosesan dan lebih sehat, seperti sayur dan telur.

Bila Anda terbiasa mengonsumsi mie instan setiap hari, maka mulailah dengan mengurangi porsinya secara perlahan namun pasti.

Ada baiknya diimbangi dengan memperbanyak makan makanan sehat dan bergizi variatif, seperti buah dan sayur, untuk menjaga kesehatan tubuh.

Baca Juga: Pagi-pagi Iseng Buang Air Bekas Rebusan Mi Instan ke Tanaman, Emak-emak ini Kaget Lihat Hasilnya Setelah Ditinggal Seharian