Peringatan Buat Ibu Rumah Tangga Se-Indonesia, STOP Simpan Telur Di Pintu Kulkas Mulai Sekarang, Bak Kasih Racun Ke Dalam Rumah

By Raka, Sabtu, 20 November 2021 | 10:55 WIB
Bahaya dari menyimpan telur dalam kulkas (Freepik)

 

SajianSedap.com - Telur memang jadi salah satu bahan makanan yang disuka.

Apalagi telur juga sangat mudah diolah.

Mulai dari ditumis sampai digoreng, olahan telur sukses membuat siapapun tergoda.

Meski enak dan kaya akan manfaat, menyimpan telur tidaklah mudah.

Baca Juga: Se-Indonesia Kecolongan, Cara Rebus Telur Selama ini Ternyata Salah, Bakteri Mematikan ini Gampang Banget Masuk ke Tubuh

Karena jika sembarangan, seisi rumah malah kena dampak buruknya.

Salah satunya adalah menyimpan telur dalam kulkas.

Risiko Simpan Telur Di Kulkas

Kalau masih simpan telur di kulkas, yuk mulai sekarang kita hindari.

Pasalnya, kebiasaan tersebut diam-diam bisa memberikan dampak yang tak disangka-sangka untuk tubuh.

Benarkah?

Dikutip SajianSedap dari Healtline, Senin (24/5/2021), salmonella adalah sejenis bakteri yang hidup di usus banyak hewan berdarah panas.

Baca Juga: Pantes Jadi Sakit-sakitan! Orang dengan Kondisi Ini Ternyata Tak Boleh Makan Telur Bebek, Efeknya Sampai Bisa Mengancam Nyawa

Bakteri ini sangat aman bila berada di dalam saluran usus hewan, tetapi dapat menyebabkan penyakit serius jika masuk ke dalam persediaan makanan, loh.

Infeksi salmonella dapat menyebabkan gejala penyakit yang berbahaya.

Misalnya seperti muntah dan diare dan sangat berbahaya (bahkan fatal) untuk orang dewasa yang lebih tua, anak-anak, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Artikel berlanjut setelah video berikut ini.

 

Sumber umum wabah Salmonella adalah kecambah alfalfa, selai kacang, ayam, dan telur.

Pada 1970-an dan 1980-an, telur dianggap bertanggung jawab atas 77% wabah Salmonella di Amerika Serikat.

Ini mendorong upaya untuk meningkatkan keamanan telur. Tingkat infeksi sejak itu menurun, meskipun wabah Salmonella masih terjadi.

Telur dapat terkontaminasi Salmonella baik secara eksternal, jika bakteri menembus cangkang telur.

Baca Juga: Satu Indonesia Kecolongan, Makan Telur Asin Ternyata Bisa Membawa Penyakit ini Masuk ke Tubuh, Fakta dari Ahli Bikin Merinding

Atau pun secara internal, jika ayam itu sendiri membawa Salmonella dan bakteri dipindahkan ke dalam telur sebelum cangkang terbentuk.

Penanganan, penyimpanan, dan pemasakan sangat penting untuk mencegah wabah Salmonella dari telur yang terkontaminasi.

Misalnya, menyimpan telur di bawah 40° F (4° C) menghentikan pertumbuhan Salmonella, dan memasak telur hingga setidaknya 160° F (71° C) membunuh semua bakteri yang ada.

Sementara itu dikutip dari Intisari Online, beberapa penelitian menunjukkan, telur yang disimpan pada suhu ruang memiliki jumlah bakteri yang lebih sedikit daripada telur yang disimpan di kulkas.

Telur yang kita beli bisa jadi telah terkontaminasi bakteri.

Jika kita menyimpannya di kulkas, bakteri ini akan berkembang biak dan mencemari segala bahan makanan lain di kulkas.

Lingkungan yang dingin merangsang proliferasi yang cepat untuk bakteri, terutama Salmonella.

Selain itu, bakteri juga bisa menyebabkan keracunan makanan tanpa ada tanda-tanda pada rasa, bau, dan penampilan makanan.

Tidak ada yang tahu apakah ayam terinfeksi Salmonella atau tidak, jadi ada kemungkinan bahwa telur, entah dibeli di toko kelontong maupun pasar mengandung Salmonella.

Mencegah lebih baik daripada megobati, tidak menyimpan telur di kulkas memperkecil kemungkinan terinfeksi bakteri ini.

Baca Juga: Dulu Pernah Direkomendasikan Food Vlogger, Siapa Sangka Kalau Telur Campur Daun Bawang dan Kecap Ini Bisa Bahayakan Nyawa Satu Rumah, Ini Penjelasannya

Selain itu, kebiasaan menyimpan telur di pintu kulkas juga sama saja bahayanya.

Bahaya Simpan Telur di Pintu Kulkas

Kulkas memang tempat terbaik untuk menyimpan telur.

Suhu rendah pada kulkas dapat menjaga suhu telur tetap rendah, meminimalisir resiko telur terkontaminasi bakteri Salmonella, dan mencegah bakteri Salmonella yang terdapat pada telur untuk berkembang biak.

Namun, jangan simpan telur di tempat penyimpanan yang ada pada pintu kulkas.

Kenapa?

Telur segar masih rentan terhadap perubahan suhu. Pintu kulkas adalah bagian paling hangat dari keseluruhan bagian kulkas.

Selain itu, temperatur pada pintu kulkas berfluktuasi, terutama ketika kulkas dibuka. Itulah sebabnya jangan simpan telur di pintu kulkas.

Telur lebih baik disimpan di bagian lain di dalam kulkas, yang suhunya relatif lebih lebih stabil. Dan, sebelum disimpan, susun dulu telur di dalam karton.

Baca Juga: Tolong Kasih Tahu Pembantu! Jangan Lagi Cuci Telur Sebelum Disimpan, Bukannya Bersih Malah Bisa Datangkan Penyakit Buat Keluarga Di Rumah

Ini bisa membuat telur segar selama 3 - 5 minggu.

Selama waktu penyimpanan tersebut telur masih bagus untuk diolah, asal bagian kulit telur tidak retak dan rusak.

Putih telur dan kuning telur yang sudah dipisahkan hanya bisa bertahan selama 2 - 4 hari.

Jadi, mulai sekarang jangan simpan telur di pintu kulkas lagi agar menghindari kontaminasi bakteri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.