Jadi Favorit Orang Indonesia, Terlalu Doyan Makan Semur Jengkol Justru Membuat Penyakit Mematikan ini Bersarang Di Tubuh!

By Raka, Sabtu, 21 Desember 2019 | 07:05 WIB
Terlalu sering mengonsumsi jengkol justru dapat memicu penyakit mematikan ini bagi tubuh (Kolase tribunnews)

Jadi Favorit Orang Indonesia, Terlalu Doyan Makan Semur Jengkol Bisa Membuat Penyakit Mematikan ini Bersarang Di Tubuh!

SajianSedap.com - Jengkol atau makanan dari hasil olahan jengkol menjadi favorit masyarakat Indonesia.

Namun, siapa sangka makanan ini justru bisa menyebabkan penyakit mematikan bersarang pada tubuh Anda.

Siapa yang tak kenal dengan jengkol?

Baca Juga: Padahal Berdarah Jepang, Semangkuk Kehangatan Sayur Bening Bayam Ini Bikin Haruka Makin Betah Tinggal di Indonesia

Olahan khas jengkol pun begitu menggoda di lidah kebanyakan orang Indonesia.

Ditambah lagi, jengkol pun bisa disantap dengan makanan apa saja.

Namun, meski enak, jengkol ternyata menyimpan bahaya untuk tubuh manusia.

Baca Juga: De'Kafe at Mercure Hotel Cikini, When Dining Is Another Extra Gem When Staying At The Hotel

Sebabkan batu ginjal

Jengkol atau jering (Archindendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.

Bijinya disukai masyarakat yang tinggal di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.

Bukan hanya sebagai lalapan, jengkol pun bisa dimasak menjadi berbagai macam masakan, seperti semur jengkol atau rendang jengkol.

Baca Juga: Cara Masak Rendang Jengkol Empuk dan Enak Bumbunya, Wajib Tahu!

Saat pemasakan, bisa dipastikan jengkol membuat kehebohan tersendiri karena, menimbulkan bau tak sedap.

Bukan hanya saat memasak, dari mulut dan urin yang mengonsumsi pun keluar bau tak sedap.

Penyebab bau itu sebenarnya asam amino yang terkandung dalam biji jengkol.

Asam amino pada jengkol didominasi oleh asam amino yang mengandung sulfur (S).

Ketika terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau karena pengaruh sulfur tersebut.

Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.

Saat dicerna, jengkol menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal.

“Satu-satunya bahasa Indonesia yang diterima di dunia kedokteran, ya asam jengkolat ini,” kata Dr. dr. Parlindungan Siregar, SpPD.,KGH, Bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam, FKUI.

Baca Juga: Tips Agar Jengkol Tidak Bau, Begini Cara Mengurangi Bau pada Jengkol

Nah, saat inilah efek yang sering ditakuti orang terjadi, yaitu jengkoleun atau jengkolan.

Konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat.

Tentu saja ini juga tergantung pada kondisi tubuh tiap orang.

Jika pH darah normal, asam jengkolat aman-aman saja, tapi jika cenderung asam (pH kurang dari 7) asam jengkolat membentuk kristal tak larut.

Kristal tak larut pada ginjal ini yang mengakibatkan susah buang air kecil.

Banyaklah minum air putih, demikian anjuran Parlindungan.

Baca Juga: Bukan Hanya Jengkol, Buah Ini Mampu Sembuhkan Leukimia yang Diderita Ani Yudhoyono Tanpa Harus Kemoterapi

Tapi bila tak keluar juga, maka banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan kristal yang mengendap dalam ginjal tersebut, seperti dengan pembedahan atau laser.

“Jangan sampai keadaan berlanjut, hingga akhirnya menyebabkan ginjal mengalami kerusakan, dan tidak berfungsi, yang akhirnya harus menjalani hemodialisis” lanjut Parlindungan. "Sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Makanya bila menyukai suatu makanan, makanlah secukupnya," tutup Parlindungan.

Jadi mulai sekarang jangan mengonsumsi jengkol terlalu berlebihan ya Sase lovers.

#GridNetworkJuara