Padahal Pakai Banyak Santan, Terungkap Rahasia Warung Padang Bisa Membuat Masakan Tidak Cepat Basi

By Raka, Sabtu, 17 April 2021 | 10:25 WIB
Alasan lauk warung Padang bisa tahan lama walau pakai banyak santan (Tribunnews Wiki)

SajianSedap.com - Siapa yang suka makan nasi Padang.

Nasi Padang memang nikmat karena memiliki banyak pilihan lauk.

Mau disantap siang atau malam hari lauk nasi Padang ini tetap enak.

Padahal setiap masakan dari Warung Padang pasti menggunakan santan.

Baca Juga: Warteg Gang Mangga in Glodok, West Jakarta, It's the Foods That Make People Loyal

Baca Juga: Warung Wardani at Transpark Bintaro, a Lovely Balinese Restaurant in a Modest Setting

Hal ini cukup mengejutkan karena beberapa orang bahkan membungkus masakan Padang dalam kemasan.

Terutama daging rendang yang bahkan bisa dibungkus dan dibawa sampai ke luar negeri.

Nah, jadi penasaran kan kok bisa ya rendang justru mengadung santan ini justru awet dan tidak mudah basi? 

Padahal kita tahu, santan merupakan salah satu bahan yang paling cepat mengalami pembusukan.

Baca Juga: Nikmatnya Tak Setara Bahayanya, Stop Makan Nasi Padang dengan 2 Lauk Favorit Ini Kalau Masih Sayang Nyawa Anda

Alasan Masakan Padang Tidak Cepat Basi

Fakta masakan padang tidak cepat basi ini pun cukup menimbulkan rasa penasaran.

Apa yang bikin rendang tidak cepat basi?

“Mengapa masakan padang yang ditaruh di suhu ruangan tidak basi? Padahal sangat mengandung santan."

"Itu karena di dalamnya ada lebih dari 16 rempah dan herbs yang bersifat antimikroorganisme,” papar Ervina, Msc., dari Indonesia International Institute for Life Sciences, beberapa waktu lalu.

Menurut Ervina, rempah-rempah tidak hanya berfungsi sebagai pemberi aroma tapi juga berguna sebagai pengawet, dan dapat bertindak sebagai antioksidan.

Nasi padang

Antioksidan didapat dari bawang putih, jahe, jinten, cabai, daun serai, dan lain sebagainya.

Sehingga, rempah-rempah juga dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan.

Hal ini sesuai dengan penelitian dari Texas A&M University dan Universitas Udayana dalam makalah “Senyawa Aroma dan Citarasa (Aroma and Flavor Compounds)” untuk USAID Tropical Plant Curriculum Project.

Rempah-rempah dan herbal memang sering digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan citarasa makanan dan memperbaiki warna makanan.

Pada masakan padang, misalnya, proses memasak bahan makanan dengan bumbu-bumbu selama 2-3 jam itulah yang akan meningkatkan citarasanya.

Artikel berlanjut setelah video berikut ini.

 

 

Yang belum banyak diketahui adalah adanya bahan aktif di dalam herbal dan rempah-rempah yang memiliki sifat antibakteri, sehingga dapat digunakan sebagai pengawet.

Hampir semua herbal dan rempah punya bahan aktif yang berfungsi sebagai antimikrobia.

Bawang putih, mustard, cengkeh, dan jahe, sudah terbukti dapat menghambat bakteri di dalam sistem makanan yang disimulasikan.

Baca Juga: Mau Bikin Telur Dadar yang Tebal dan Gurih Seperi Warung Padang? Ternyata Wajib Lakukan 5 Langkah Penting ini

Rempah lain yang umum digunakan untuk pengawetan makanan antara lain jinten, kayu manis, ketumbar, kunir, mint, bawang, oregano, merica/lada, rosemary, sage, dan daun timi.

Senyawa di dalam rempah-rempah tersebut dapat menghambat mikroba pathogen maupun bakteri pembusuk.

Namun, kemampuan bahan aktif untuk menghambat pertumbuhan mikroba tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya jenis senyawa dan konsentrasinya.

Makin tinggi konsentrasinya, kemampuan antimikrobianya juga makin tinggi.

Sedangkan ekstrak rempah-rempah yang digunakan untuk meningkatkan citarasa masakan biasanya hanya pada konsentrasi yang rendah.

Jika konsentrasinya ditingkatkan untuk digunakan sebagai pengawet, rasanya tentu akan terlalu tajam.