Nikmatnya Tak Sebanding Bahayanya, Terlalu Sering Makan Ikan Asin Bisa Bawa Penyakit Mematikan Bagi Tubuh, Waspada!

By Amelia Pertamasari, Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:10 WIB
Bahaya konsumsi ikan asin terlalu sering. (Tribun)

SajianSedap.com - Apakah Anda termasuk penggemar ikan asin?

Ya, ikan asin merupakan lauk yang cukup populer sebagai lauk makan sehari-hari di Indonesia.

Apalagi ikan asin ini tersedia dalam banyak jenis yang bisa kita pilih sesuai selera.

Namun di balik gurihnya ikan yang diawetkan ini kita sepatutnya tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.

Baca Juga: Mending Gak Usah Makan Kalau Masih Goreng Ikan Asin dengan Cara Ini, Bukannya Untung Malah Buat Satu Rumah Merugi!

Mengapa? Karena ternyata ikan asin juga termasuk makanan yang bersifat karsinogenik.

Suatu hal dikatakan sebagai karsinogen, apabila dinilai dapat memicu timbulnya sel kanker di jaringan tubuh.

Risiko ini terutama muncul apabila kebiasaan makan ikan asin dilakukan di luar batas wajar dan telah dikonsumsi sejak lama.

Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Hal Buruk dari Ikan Asin yang Memicu Kanker

Dalam sebuah acara bertajuk Patient Journey in Oncology Total Solution yang diadakan oleh PT Kalbe Farma Tbk di Bogor, Selasa (7/10/2019), Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Profesor DR Dr Aru W Sudoyo SpPD KHOM FINASIM FACP, menyebut bahwa ikan asin juga menjadi salah satu bahan makanan yang dapat memicu kanker.

Aru menyebutkan ada dua hal jelek atau tidak baik dari ikan asin dan menjadi racun pemicu kanker tersebut.1. Kandungan garam tinggi

Untuk menjadikan ikan segar menjadi ikan asin, prosesnya akan melewati penggaraman supaya awet.

Hal itu garam dapat menghambat atau membunuh bakteri penyebab pembusukan pada ikan.

Baca Juga: Engga Nyangka, Masukan Batang Serai Ke Minyak Bekas Goreng Ikan Asin Ternyata Bisa Datangkan Efek Tak Terduga Ini, Dijamin Bikin Melongo!

Proses penggaraman ikan pada umumnya dilakukan dalam tiga cara yaitu penggaraman kering (dry salting), penggaraman basah (wet salting), dan kench salting.

“Nah ikan asin, garamnya itu tinggi sekali. Garam dalam dosis tinggi itulah yang dapat memicu sel kanker. Meski daging ikannya awalnya tidak apa-apa,” kata Aru.

2. Proses penjemuran ikan asin

Setelah dilakukan penggaraman, ikan asin biasanya akan dijemur di sebuah halaman yang tersinari langsung terik matahari.

“Pada proses penjemuran, ada perubahan pada sel-sel daging ikannya, sehingga muncul bahan-bahan nitrat yang dikenal sebagai nitrosamin tadi,” tuturnya.

“Dalam ikan asin itu ada namanya nitrosamin (tobacco specific nitrosamin-TSNA), nah nitrosamin itukan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker,” imbuhnya.

Lalu berpotensi penyebab kanker apa?

Kanker karsinoma nasofaring (KNF) menjadi salah satu penyakit kanker yang dapat terjadi akibat terlalu sering mengkonsumsi ikan asin.

Baca Juga: Duh, Yakin Masih Mau Makan Ikan Asin Setelah Baca Fakta ini? Ternyata Bisa Membawa Penyakit Mematikan Masuk ke dalam Tubuh

“Karena kebiasaan orang kita makan ikan asin dengan nasi panas, jadi nitrosaminnya juga terbawa uap, makanya yang biasa kena esofagus dan lambung,” kata dia.

Tidak hanya itu, kombinasi mengonsumsi bahan karsinogen lewat cara lain, seperti kebiasaan merokok, juga meningkatkan faktor risiko terkena kanker tersebut.

Kebiasaan lainnya adalah mengonsumsi makanan yang masih panas dengan terburu-buru.

Kombinasi panas yang mengenai tenggorokan, dosis garam tinggi dari ikan asin dan karsinogen dari rokok bila menghisap rokok setelah makan bisa meningkatkan risiko kanker.

“Biasanya kebiasaan itu terjadi bertahun-tahun begitu, makanya itu kanker esofagus sekarang tinggi, lambung juga,” ucap dia.

Artikel berlanjut setelah video di bawah ini.

Perlu diperhatikan

Meski demikian, Aru juga mengingatkan bahwa ikan asin tidak akan menimbulkan kanker jika dikonsumsi dalam batas wajar.

“Yang perlu diperhatikan yakni jika mengkonsumsi hingga tiga kali seminggu atau lebih itu bahaya.

Kalau (makan ikan asin) sesekali tak apa, tapi kalau sering itu yang bisa jadi faktor pemicu kanker tadi.

Apapun jangan kebanyakan, mungkin bisalah dua minggu sekali atau sebulan sekali saja,” jelas Aru.

Baca Juga: Satu Indonesia Wajib Tahu! Dikenal Enak, Makan Ikan Asin Justru Bisa Bikin Penyakit Mematikan Ini Bersarang dalam Tubuh

Selain itu, ikan asin sebagai pemicu kanker akan lebih cepat lagi terjadi jika ada faktor-faktor lainnya yang terjadi di tubuh seseorang.

“Masalahnya apa kalau makan ikan asin? Kita itu kalau makan ikan asin, nasinya jadi banyak dan karbohidratnya juga nambah jadi banyak. Udah gitu kita enggak olahraga, jadi lemak, obesitas, terus kanker deh,” ujarnya.

Jadi, semua hal itu terjadi secara tidak langsung, serta ada pula pengaruh faktor lain, seperti daya tahan tubuh yang buruk, merokok, dan kurang makan-makanan mengandung serat.

Cara Menghilangkan Rasa Asin dari Ikan Asin

Nah, sejak dulu, banyak orang merendam ikan asin dengan menggunakan air garam.

Cara ini memang sering jadi pilihan karena terbukti berhasil menghilangkan rasa asin dari ikan asin.

Tapi, benarkah harus pakai air garam?

Sebenarnya pada dasarnya, segala jenis air bisa digunakan untuk menghilangkan rasa asin dari ikan asin.

Jadi, tidak perlu air garam, air biasa pun bisa melarutkan garam pada ikan asin.

Kalau mau rasa asinnya makin berkurang, coba direndamnya dengan air panas.

Baca Juga: Terkuak Rahasia Ikan Asin Bisa Tetap Renyah Walau Sudah Dingin, Satu Bahan ini jadi Kuncinya

Air panas punya kemampuan lebih untuk melarutkan garam.

Kalau mau asinnya lebih hilang lagi, kita bisa merebus atau menyeduh ikan asin dalam air panas.

Jadi hilangkan rasa asin berlebih pada ikan asin bukan dengan koran.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Ikan Asin Juga Bisa Jadi Penyebab Kanker, Ini Penjelasan Ahli