Mumpung Belum Beli, Ibu-ibu Jangan Lagi Masak Sambal Terasi Dicampur Dua Bahan ini, Nyawa Seisi Rumah Bisa Terancam

By Raka, Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:48 WIB
Dua bahan tambahan yang dilarang untuk dibuat sambal terasi (Sajian Sedap)

SajianSedap.com - Sambal terasi menjadi salah satu sambal favorit.

Satu sendok sambal terasi belum tentu cukup dan pasti nambah lagi.

Beragam makanan pun nikmat jika ditemani sambal terasi.

Dari ayam sampai tempe goreng pasti semakin nikmat kalau disantap bersama sambal terasi.

Membuat sambal terasi pun tidaklah sulit.

Hanya saja membuat sambal terasi harus memerhatikan bahan tambahannya.

Karena bisa saja, bahan tambahan sambal terasi justru bisa membahayakan seisi rumah.

Berikut dua bahan tambahan yang dilarang digunakan untuk membuat sambal terasi.

Salah satunya bahkan sering digunakan para emak-emak.

Baca Juga: Penggemar Sambal Merapat! Ternyata Inilah Cara Mudah Buat Sambal Matah Anti Bau Langu, Dijamin Mirip Buatan Restoran Ternama

1. Minyak Bekas Goreng

Minyak bekas goreng ikan bisa jadi tidak bau kalau kita tambahkan 1 bahan dapur yang bisa menghilangkan baunya ini

Sambal memang tak bisa dipisahkan dari minyak.

Untuk sambal terasi, biasanya kita menggoreng dulu bawang, cabai, tomat hingga terasinya dalam minyak panas.

Baru kemudian diulek.

Sambal bawang yang tenar belakangan juga dibuat mentah lalu hanya disiramkan minyak goreng panas di atasnya.

Hasilnya, sambal terasa segar karena aroma bawang dan cabai yang khas tapi juga nikmat di lidah.

Nah, minyak ini juga memainkan peranan penting untuk membuat sambal lebih enak, lo.

Karena itu, banyak orang sengaja menggunakan minyak sisa goreng ayam untuk membuat sambal.

Artikel berlanjut setelah video berikut ini.

 Baca Juga: Dikasih Tahu Mbak Penjual Warteg, Begini Cara Bikin Sambal Terasi Ulek yang Rasa dan Aromanya Nampol , 1 Hal Ini yang Bikin Hasilnya Nagih

Tujuannya, aroma dan rasa ayam goreng yang tertinggal dalam minyak memberikan cita rasa nikmat pada sambal.

Sambal pun jadi makin nikmat.

Tapi ternyata, hal tersebut bisa jadi langkah yang salah, lo.

Soalnya, minyak yang digunakan untuk menggoreng ayam biasanya sudah berubah menjadi minyak trans.

Pasalnya, untuk menggoreng ayam, biasanya kita menggunakan temperatur tinggii.

Nah, di atas penggorengan, temperatur tinggi mempercepat perubahan minyak yang tadinya bersifat cis (tidak berbahaya), menjadi trans (berbahaya).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak trans akan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan.

Seperti meningkatkan kolesterol LDL (low density lipoprotein), menurunkan kolesterol HDL (high density lipoprotein), dan meningkatkan rasio total kolesterol.

Kolesterol LDL ini merupakan kolesterol jahat.

Baca Juga: Resep Pizza Mini Hitam Sambal Matah, Kudapan Fancy Dengan Sentuhan Rasa Tradisional!

Minyak pun menjadi berisiko jika digunakan lagi.

2. Terasi Oplosan

Terasi

Ya, ayam goreng paling sering ditemani dengan sambal terasi nikmat.

Rasanya, keduanya sudah jadi teman baik sejak lama.

Tapi, tahukah kamu kalau sambal terasi bisa jadi berbahaya kalau kita tak tahu asal muasalnya?

Soalnya, belakangan banyak ditemukan terasi oplosan yang berbahaya banget bagi tubuh.

Tahun 2017 lau, Kepala UPT Pasar Sungailiat, Ahmad Suherman menemukan peredaran terasi berbahaya di pasar-pasar tradisional.

Seperti terasi yang mengandung zat pewarna berbahaya Rhodamin B yang mereka temukan dari hasil pemeriksaan sampel, Selasa (29/8/2017) di UPT Pasar Sungailiat.

Ternyata, terasi tersebut mengandung zat pewarna berbahaya Rhodamin B.

Pedagang menambahkan zat pewarna ini supaya tampilan terasi lebih menarik, merah merona dan terlihat segar.

Baca Juga: Resep Telur Dadar Sambal Goreng Petai, Menu Pelengkap Kilat Dengan Kombinasi Rasa Istimewa

Padahal seperti kita ketahui, Rhodamin B merupakan pewarna pakaian yang berbahaya sekali kalau sampai termakan dan tertelan.

Nah, terasi dengan pewarna ini sebenarnya mudah kita kenali bedanya.

Di antaranya adalah tekstur terasi tersebut kasar, pewarna merahnya tidak merata, berwarna merah mencolok, dan keras.

"Kalau dari udang kan lembut tidak keras seperti ini. Ini ada sisik-sisik ikan di produk terasinya. Diragukanlah dia menggunakan bahan udang. Produknya juga menggunakan zat pewarna. Kalau aslinya mungkin berwarna hitam, pucat tapi karena ini pakai zat pewarna menjadi merah, warnanya biar menarik," ungkap Suherman kepada bangkapos.com.

Sedangkan produk terasi yang sudah lama tidak terjual tersebut berwarna coklat dimana zat pewarnanya sudah pudar dan terasinya mengeras.

"Keras untuk melempar kaca pecah ini," kata Suherman sambil memegang terasi berhodamin yang sudah lama.

Karena itu, proses pemilihan terasi juga penting Anda lakukan di pasaran, lo.

Terasi yang baik kualitasnya, pasti membuat masakan jadi semakin meningkat cita rasanya.

Terasi yang berkualitas baik adalah terasi yang aromanya segar.

Kalau terasi udang, aroma udangnya juga harus terasa.

Dari sudut penampilan, warnanya terlihat alami, agak kusam dan tidak warna merah cerah.

Warna terasi yang terlalu cerah bisa merupakan tanda bahwa warnanya tidak alami.

Warna masakan pun terkadang menjadi tidak cerah atau kusam karena pemakaian terasi yang tidak baik.

Pertimbangan lain dalam memilih terasi, terasi harus kering, tidak basah.

Terasi yang basah akan mudah tercemar jamur dan aman untuk dimakan.