Dikenal Jadi Sumber Penyakit, Ternyata Makanan Kemasan Sehat Untuk Tubuh, Asal..

By Siti Afifah, Rabu, 11 Maret 2020 | 17:15 WIB
Hal ini perlu anda perhatikan, jika ingin konsumsi makanan kemasan jadi tetap sehat! (TribunBali)

Dikenal Jadi Sumber Penyakit, Ternyata Makanan Kemasan Sehat Untuk Tubuh, Asal..

SajianSedap.com - Makanan kemasan secara tidak sadar telah menjadi bagian dari makanan yang kita makan sehari-hari.

Mulai dari makanan ringan, minuman ringan, makanan kaleng, makanan instan, dan lain sebagainya.

Saat Anda ke supermarket atau minimarket, hampir semua yang tersedia di sana adalah makanan kemasan.

Kemasan yang menarik pun mendorong Anda untuk membelinya.

Namun, jangan sembarangan dalam membeli makanan kemasan.

Baca Juga: Roasted Fish Cake with Made from Ground Catfish, A Perfect Snack For Leisure Time!

Baca Juga: Recipe of Fried Tahu with Petis Filings, A Tasty Late-Night Snack!

Pasalnya, makanan kemasan bisa picu penyakit berbahaya untuk tubuh.

Namun, makanan kemasan tetap baik dikonsumsi jika Anda perhatikan hal-hal di bawah ini!

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Makanan Kemasan

1. Perhatikan kemasan produk

Sebelum memutuskan untuk membeli. Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah kemasan produk.

Periksa kemasan produk, apakah ada kerusakan atau apakah kemasan dalam kondisi cacat.

Pastikan produk yang Anda beli masih dikemas dalam bentuk yang baik.

Baca Juga: Mencoba Ikan Pedas dari Usaha Rosa Meldianti, Youtuber ini Kaget dengan Rasanya, 'Gue Gak Tahu, Apakah Dia Salah Kemasan'

Baca Juga: Bukan Cuma Makanan Kemasan, WIFI Bisa Menyebabkan Tumor Otak Pada Anak, Hati-hati

Jika ada sedikit saja kerusakan pada kemasan, sebaiknya pilih kemasan lain yang lebih baik.

2. Lihat tanggal kadaluwarsa produk

Penting untuk mengetahui apakah makanan kemasan yang Anda beli masih layak digunakan atau tidak, terutama untuk produk beku.

Walaupun Anda beli makanan kemasan dalam supermarket yang besar, namun tidak ada salahnya jika Anda mengecek tanggal kedaluwarsanya lagi.

Jika Anda berencana untuk tidak langsung memakai makanan kemasan tersebut, mengetahui tanggal kedaluwarsa juga berguna untuk mengetahui kapan Anda harus sudah memakainya.

Jika waktu pemakaian sudah lebih dari tanggal kedaluwarsa, produk makanan atau minuman kemasan sudah rusak atau tidak layak digunakan.

Baca Juga: Viral Lempar Susu Kemasan Ke Wajah Ojol dengan Semena-mena, Begini Nasib Karyawan Kedai Kopi Ternama ini Sekarang

Baca Juga: Semakin Jadi Tren dan Pilihan, Apakah Minuman Kemasan Berlabel Less Sugar Lebih Sehat?

3. Baca informasi nilai gizi pada kemasan

Mengetahui berapa banyak kalori, lemak, karbohidrat, protein, dan kandungan gizi lainnya yang terdapat dalam produk makanan atau minuman yang Anda konsumsi sangat penting dilakukan.

Ini memudahkan Anda untuk mengetahui apakah nutrisi yang Anda peroleh sudah mencukupi, masih kurang, atau sudah melebihi kebutuhan Anda.

Saat melihat informasi nilai gizi, inilah beberapa hal yang harus Anda ketahui:

- Jumlah sajian per kemasan

Ini hal pertama yang harus Anda ketahui.

Tidak semua makanan kemasan memiliki 1 sajian (atau 1 porsi) per kemasan.

Padahal, biasanya nilai gizi yang tertera adalah untuk 1 sajian.

Jadi, jika dalam satu kemasan terdapat 2 sajian, maka Anda harus mengalikan kalori (atau nutrisi lain) dengan 2 sajian saat Anda menghabiskan makanan kemasan tersebut.

Baca Juga: Bentuk Dukungan Terhadap UKM Indonesia, Oreo Resmi Luncurkan OREOCookie Crumb Kemasan 1 Kg

Baca Juga: Jangan Lagi Minum Air Kemasan Botol Plastik, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi Pada Tubuh!

- Kalori

Saat melihat nilai gizi, Anda akan melihat beberapa jenis kalori.

Namun, Anda cukup melihat total kalori yang terkandung dalam makanan kemasan.

Hal ini penting untuk mengetahui sudah berapa kalori yang masuk ke tubuh Anda dari satu makanan kemasan tersebut.

Dengan begitu, Anda dapat menjaga jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda.

Baca Juga: Padahal Sama-sama Mi Instan, Kemasan Cup Ternyata Lebih Berbahaya Ketimbang Plastik, Alasannya Sungguh Tak Terduga

Baca Juga: Demi Nikahi Bella Saphira, Agus Rela Minum Teh Kemasan dan Ingkar Janji dengan Mantan Istri, 'Gara-gara Senyum Bella'

Artikel Berlanjut Setelah Video Berikut Ini

- Karbohidrat, serat, dan gula.

Penting bagi Anda untuk mengetahui jumlah ketiga jenis kandungan ini dalam makanan kemasan, terlebih lagi jika Anda memiliki diabetes tipe 2.

Jadi, tidak hanya kalori dan lemak saja yang menjadi fokus perhatian Anda saat membeli makanan kemasan.

- Lemak dan kolesterol

Dalam informasi nilai gizi, biasanya tertera berbagai kandungan jenis lemak dalam satu kemasan makanan atau minuman.

Yang paling penting Anda perhatikan adalah kandungan lemak jenuh.

Dalam sehari, Anda disarankan untuk mengonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 10% dari total kalori.

Baca Juga: Hati-Hati, Wanita Ini Temukan Sesuatu yang Hitam dan Kental Setelah Membeli Minuman Kemasan

Baca Juga: Miris, Jalani Puasa Tanpa Ahmad Dhani Akibat Di Penjara, Mulan Jameela Berbuka Cuma dengan Sebotol Air Kemasan

- Protein.

Nutrisi ini tidak kalah penting untuk Anda perhatikan dalam setiap makanan kemasan yang Anda makan.

Dalam sehari, setidaknya Anda harus mendapatkan protein sebanyak 10-35% dari total kalori harian Anda.

 

4. Lihat bahan-bahan yang terkandung dalam produk

Ilustrasi makanan kemasan

Selain nilai gizi, bahan-bahan yang terkandung dalam makanan kemasan juga wajib Anda perhatikan.

Daftar kandungan bahan dapat menggambarkan tentang makanan atau minuman kemasan yang Anda konsumsi.

Anda juga dapat melihat jenis pengawet dan pewarna yang terkandung dalam makanan kemasan.

Baca Juga: Jalani Puasa Setelah Ditinggal Istri Akibat Kanker, Indro Warkop Semakin Kurus dan Berbuka dengan Air Kemasan

Baca Juga: Spesial Saji-Sedap, Review Perbedaan Rasa 6 Saus Sambal Kemasan di Pasaran, Mana Paling Enak?

Sehingga, jika Anda bermasalah dengan salah satu jenis pengawet atau pewarna, Anda bisa menghindarinya.

Anda juga bisa menilai kualitas produk tersebut dari bahan-bahan yang dikandungnya.

5. Baca klaim gizi pada label produk

Jangan tertipu dengan klaim gizi yang tertera pada kemasan produk makanan atau minuman. Beberapa klaim gizi yang Anda baca mungkin bisa salah Anda artikan, contohnya:

Klaim “bebas kolesterol” atau “kolesterol rendah” pada makanan yang berasal dari sumber nabati, seperti margarin dan minyak, tidak ada artinya.

Baca Juga: Mulut Seorang Kepala Desa di Bali Melepuh, Rasakan Panas setelah Tenggak Minuman Kemasan

Baca Juga: Bukan Demi Untung, Ini Alasan Masuk Akal Kenapa Kemasan Keripik Setengah Isinya Cuma Angin

Semua makanan dari sumber nabati mengandung kolesterol sangat sedikit (hampir tidak ada).

Namun, bisa jadi mengandung lemak tinggi sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Jika produk tersebut mengklaim 93% bebas lemak, mungkin produk tersebut memang benar mengandung lemak sebesar 7%.

Untuk memastikannya, sebaiknya baca lagi informasi nilai gizi yang ada di kemasan.

Bandingkan juga dengan kebutuhan lemak Anda per hari.

Baca Juga: Ini Daftar Kesalahan Saat Membuka Kemasan Makanan, Mana yang Sering Anda Lakukan?

Baca Juga: 5 Kemasan Makanan Ini Pasti Bikin Anda Geleng-Geleng Kepala, Enggak Penting Banget!

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunkaltimwiki.com dengan judul Sering Beli Makanan Kemasan? Begini Caranya Agar Tetap Sehat