Enggak Nyangka, Cuma Makan Nasi yang Disimpan Dalam Kulkas Selama 12 Jam, Ternyata Bisa Jadi Solusi Diet Alami! Begini Kata Ahli

By Siti Afifah, Sabtu, 22 Agustus 2020 | 16:15 WIB
Nasi dingin dipercaya lebih sehat dari pada nasi panas, begini penjelasan peneliti yang diluar dugaan (Kompas.com)

Enggak Nyangka, Cuma Makan Nasi yang Disimpan Dalam Kulkas Selama 12 Jam, Ternyata Bisa Jadi Solusi Diet Alami! Begini Kata Ahli

SajianSedap.com - Belakangan, nasi dianggap sebagai makanan yang kurang menyehatkan bag tubuh. 

Padahal, selama ini orang Indonesia tentu saja tak bisa dipisahkan dari nasi.

Makin enak lauknya, konsumsi nasi putih jadi makin banyak.

Namun belakangan, ada yang bilang, nasi tinggi kalori sehingga membuat tubuh jadi gemuk.

Ada juga yang bilang kalau nasi menjadi penyebab penyakit diabetes nomor satu.

Baca Juga: Delicious Ayam Tumis Tomat Hijau, Simple Dish Ready in 20 Minutes

Baca Juga: Comforting Soto Mie Daging, Weeknight Soup That Will Feed a Crowd

 

Tapi, tahukah Anda kalau ada fakta yang menyebutkan konsumsi nasi dalam keadaan dingin jauh lebih sehat untuk tubuh?

Benarkah hal itu?

Nasi Dingin Lebih Baik?

Mengonsumsi nasi memang paling nikmat dalam keadaan panas atau hangat.

Tapi tahukah kamu kalau ternyata makan nasi yang sudah dingin justru lebih bagus bagi sebagian orang?

Hal ini seperti yang dilansir dari TribunStyle melalui Smith Sonian Mag.

Nasi putih

Ternyata, makan nasi dingin sangat disarankan untuk para penderita diabetes.

Baca Juga: Yakin Masih Mau Masak Nasi di Rice Cooker dengan Cara Seperti ini? Bahayanya Tidak Main-main untuk Para Wanita

Baca Juga: Wajib Tahu, Berat Badan Bisa Turun Drastis Dengan Tetap Makan Nasi Kalau Tiru Diet ini! Begini Caranya

 

Alasannya, kandungan karbohidrat yang terdapat pada nasi yang dingin ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan nasi yang masih panas.

Sehingga ketika dikonsumsi maka glukosa yang masuk dalam tubuh akan jauh lebih sedikit.

Jadi penderita diabetes tidak perlu khawatir kadar gula akan naik.

Namun, pada orang dengan kondisi kesehatan normal, nasi dingin atau panas tidak akan jadi masalah. 

Nasi panas pun tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah yang terlalu berlebihan. 

Jadi, kebenaran isu ini tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing orang, ya.

Baca Juga: Dipergoki Bos Diam-diam Masak Nasi di Kantor, Alasan yang Keluar dari Mulut Pria ini Sungguh Menyentuh Hati

Baca Juga: Duh, Yakin Masih Mau Sarapan Nasi Uduk Kalau Sudah Tahu Fakta Ini? Efeknya Mengerikannya Benget

 

Cara Masak Nasi dengan Mengurangi Kalori

Kabar baik untuk yang sedang diet namun masih ingin makan nasi.

Tim peneliti dari College of Chemical Sciences di Sri Lanka yang dipimpin oleh Sudhair James menemukan cara memasak nasi yang bisa mengurangi kalorinya hingga 50 persen.

Dipaparkan oleh James dalam National Meeting and Exposition of the American Chemical Society pada bulan Maret 2015, metode memasak nasi ini sangat sederhana. 

Anda hanya perlu sepanci air mendidih.

Lalu, masukkan satu sendok teh minyak kelapa untuk setiap setengah cangkir beras yang dimasak sebelum Anda memasukkan berasnya.

"Setelah matang, kita biarkan dingin di kulkas selama 12 jam. Begitu saja,” ujar James kepada Washington Post 25 Maret 2015.

Baca Juga: Stop Makan Nasi Dengan 4 Ciri Ini, Jika Tak Ingin Hal Mengerikan Mengintai Tubuh Anda! Wajib Tahu

Baca Juga: Iseng-iseng Seminggu Tak Makan Nasi, Artis Cantik ini Kaget Lihat Hasil yang Didapatkannya! Gak Disangka-sangka

 

Nasi yang lebih rendah kalori ini kemudian hanya perlu dipanaskan di dalam microwave untuk dikonsumsi.

Anda mungkin heran, bagaimana mungkin metode ini bisa mengurangi kalori nasi hingga 50 persen?

Seperti yang diketahui, pati terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu pati tercerna (digestible starch) dan pati resistan (resistant starch).

Pati tercerna adalah tipe yang dengan cepat dikelola oleh tubuh menjadi glukosa dan disimpan menjadi lemak bila tidak dibakar.

Artikel berlanjut setelah video di bawah ini

 

 

Sementara itu, pati resistan tidak dipecah menjadi glukosa dan melewati usus seperti serat sehingga memiliki kalori yang lebih rendah.

Nasi dan kentang pada awalnya mengandung banyak pati resistan.

Namun, cara memasak kita sering kali mengubah pati di dalam kentang dan nasi menjadi pati tercerna.

Nah, dalam penelitian-penelitian sebelumnya, para ahli menemukan bahwa nasi goreng dan nasi pilaf mengandung lebih banyak pati resistan daripada nasi yang dikukus atau direbus biasa.

Baca Juga: Masak Nasi Dicampur Bubuk Agar-Agar Ternyata Bisa Jadi Obat, Ahli Beberkan Khasiatnya yang Luar Biasa Banget

Baca Juga: Enggak Sangka, Masak Nasi dengan Air Teh Ternyata Bisa Datangkan Manfaat Luar Biasa Ini untuk Tubuh

 

Sebuah studi pada tahun 2014 juga menemukan bahwa mendinginkan pasta sebelum dipanaskan kembali dan dimakan juga meningkatkan kandungan pati resitan di dalamnya.

Berbekal pengetahuan tersebut, James dan pembimbingnya Pushparajah Thavarajah melakukan berbagai eksperimen untuk menurunkan kandungan kalori di dalam nasi.

Mereka menguji coba delapan metode memasak nasi menggunakan 38 jenis beras di Sri Lanka, dan menemukan bahwa metode di atas adalah yang paling efektif.

Dengan menambahkan lemak, seperti minyak kelapa, dan langsung mendinginkan nasi, kandungan pati di dalamnya berubah menjadi lebih banyak yang resistan.

Dalam siaran persnya, James menjelaskan, mendinginkan (nasi) dengan cepat selama 12 jam menyebabkan formasi ikatan hidrogen antara molekul amilosa yang berada di luar butiran nasi sehingga mengubahnya menjadi pati resistan.

Lalu, memanaskan kembali rupanya tidak mengubah pati resistan ini menjadi pati tercena.

Baca Juga: Coba Biasakan Mengaduk Nasi Selama 2 Menit Begitu Matang, Jangan Kaget Kalau Efeknya Luar Biasa Banget

Baca Juga: Benarkah Berhenti Makan Nasi Buat Tubuh Jauh Lebih Sehat? Jangan Kaget Saat Tahu Fakta Sebenarnya!