Percaya Diri dan Cara Adaptasi Para Pelaku Usaha Daging Di Asia Tenggara Saat Pandemi

By Raka, Rabu, 2 Desember 2020 | 16:40 WIB
Optimisme para pelaku usaha daging di tengah pandemi (Tribun Travel - Tribunnews.com)

SajianSedap.com - Semua industri di Asia Tenggara termasuk Indonesia juga terkena dampak dari pandemi corona.

Namun, itu semua tidak menjadi penghalang untuk bagi para pelaku industri untuk tidak bangkit dan hanya berpangku tangan.

Salah satu industri yang cukup terkena dampak adalah industri daging sapi.

Untuk itu, dalam Trade Seminar Meat & Livestock Australia Southern Asia yang berlangsung secara virtual, optimisme diungkap produsen dan pelaku usaha daging.

Prediksi perdagangan, wawasan konsumen, tren layanan makanan dan perihal keberlanjutan menjadi agenda dalam trade seminar virtual untuk wilayah Selatan Asia yang berlangsung pada tanggal 24-25 November 2020.

Seminar dua hari ini menghubungkan para pengusaha daging merah, retail dan horeca dengan pelaku industri dari Australia serta memberikan update terkini terkait hal yang berlangsung di pasar Asia tenggara, walaupun adanya pembatasan mobilitas akibat pandemi.

Managing Director Meat & Livestock Australia (MLA), Jason Strong, memberikan kata sambutan dengan menekankan bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa dengan beragam tantangan.

Namun, pelaku industri dapat dengan cepat beradaptasi dan secara konsisten dapat memasok dan memenuhi permintaan akan daging merah Australia yang jumlahnya di luar dugaan.

Baca Juga: Resep Risoles Isi Daging Enak, Camilan Renyah Untuk Teman Ngeteh Siang Hari