Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Bukan Hanya Garam Saja, Salah Satunya Selalu Ada di Dapur Rumah

By Laksmi Pradipta Amaranggana, Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:50 WIB
Inilah makanan penyebab darah tinggi yang patut diwaspadai, tidak hanya yang tinggi garam saja
Inilah makanan penyebab darah tinggi yang patut diwaspadai, tidak hanya yang tinggi garam saja (SHUTTERSTOCK/Shine Nucha)

SajianSedap.com – Apa yang terlintas ketika mendengar makanan penyebab darah tinggi?

Makanan penyebab darah tinggi selalu diidentikkan dengan garam dan makanan asin.

Memang salah satu makanan penyebab darah tinggi adalah hidangan yang banyak garam.

Namun tidak semua makanan penyebab darah tinggi itu yang banyak garamnya lho.

Bahkan mungkin Anda tidak menyangka kalau ada makanan penyebab darah tinggi yang sedikit mengandung garam.

Karena itu Anda harus tahu apa saja makanan penyebab darah tinggi.

Apalagi jika Sase Lovers sedang mengidap hipertensi.

Pastikan daftar makanan ini tidak ada di menu sehari-hari ya.

Makanan penyebab darah tinggi bisa bikin hipertensi makin memburuk.

Mau tahu apa saja makanan penyebab darah tinggi?

Simak terus artikel berikut ini ya.

Baca Juga: Makanan Penyebab Nyeri Sendi Ini Tanpa Sadar Sering Dimasak Ibu-ibu, Pantas Kaki Sering Nyut-nyutan

1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Berbagai makanan dan minuman tinggi gula menjadi salah satu makanan penyebab darah tinggi
Berbagai makanan dan minuman tinggi gula menjadi salah satu makanan penyebab darah tinggi

Makanan dan minuman yang tinggi gula selalu diidentikkan dengan diabetes.

Hal ini memang dibenarkan dalam segi medis.

Namun hidangan ini tidak hanya menyebabkan diabetes saja lho.

Berbagai makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan tekanan darah.

Penelitian menunjukkan bahwa gula, terutama minuman yang dimaniskan dengan gula,

berkontribusi pada penambahan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak.

Kelebihan berat badan dan obesitas ini kemudian dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi.

Menambahkan gula mungkin juga memiliki efek langsung pada peningkatan tekanan darah, menurut tinjauan studi pada 2014.

Sebuah studi pada wanita dengan tekanan darah tinggi melaporkan bahwa penurunan gula sebesar 2,3 sendok teh dapat menyebabkan penurunan sistolik 8,4 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik 3,7 mmHg.

AHA merekomendasikan batas gula tambahan harian berikut: 6 sendok teh atau 25 gram untuk wanita.

Sedangkan untuk pria takarannya sekitar 9 sendok teh atau 36 gram.

Baca Juga: Makanan Penyebab Tipes, Keseringan Nyemil Makanan Enak yang Ada di Pinggir Jalan ini Bisa Jadi Pelaku Utama Timbul Tifus, Hati-hati!

2. Makanan olahan dengan lemak trans atau lemak jenuh

Untuk menjaga kesehatan jantung, siapa saja harus mengurangi asupan lemak jenuh dan menghindari lemak trans.

Ini terutama berlaku untuk orang dengan tekanan darah tinggi.

Lemak trans adalah lemak buatan yang meningkatkan umur simpan dan stabilitas makanan kemasan.

Sayangnya, lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah.

Reaksi ini pun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi.

Lemak jenuh juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Lemak trans diketahui sangat buruk bagi kesehatan Anda dan telah dikaitkan dengan gangguan kesehatan jantung, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Makanan kemasan yang sudah disiapkan sebelumnya sering kali mengandung lemak trans dan lemak jenuh, di samping gula, natrium, dan karbohidrat rendah serat dalam jumlah tinggi.

Sementara, lemak jenuh banyak ditemukan pada produk hewani, seperti mentega, daging merah, dan kulit ayam.

Artikel berlanjut setelah video berikut.

Baca Juga: Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi, Bahan yang Sering Jadi Olesan Roti Ini Bisa Jadi Biang Onarnya, Waspada!

AHA merekomendasikan pengurangan asupan lemak jenuh dan lemak trans untuk membantu mencegah hipertensi dan menjaga kesehatan jantung.

Salah satu cara untuk mengurangi asupan lemak jenuh adalah dengan mengganti beberapa makanan hewani dengan alternatif nabati yang menyehatkan.

Banyak makanan nabati mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang menyehatkan.

Contoh makanan nabati ini meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, alpukat.

3. Acar

Mengawetkan makanan apa pun membutuhkan garam.

Penambahan garam diperlukan untuk menghentikan makanan agar tidak membusuk dan membuatnya bisa dimakan lebih lama.

Perlu diketahui, semakin lama sayuran berada dalam pengalengan, maka kian banyak pula natrium yang dapat terserap.

Satu acar mentimun kecil misalnya, dapat mengandung 447 mg sodium.

Nah itu dia makanan penyebab darah tinggi yang harus dihidari ya.

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul 9 Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Baca Juga: Makanan Penyebab Asam Urat yang Bikin Tambah Kambuh, Sayur Ini Harus Berhenti Dimasak Kalau Masih Sayang Nyawa