Sejarah dan Makna Kue Lapis Legit, Bolu Mahal yang Selalu Ada Saat Perayaan Tahun Baru Imlek

By Amelia Pertamasari, Rabu, 17 Januari 2024 | 15:10 WIB
Sejarah kue lapis legit khas Imlek. (Shopee)

SajianSedap.com - Masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek pada tanggal 10 Februari 2024.

Ini adalah tradisi yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia sebagai momen untuk berkumpul dan mengucap syukur.

Salah satu tradisi Imlek yang umum dilakukan adalah makan malam bersama keluarga. Hidangan yang disajikan memiliki filosofi dan simbolisme tertentu.

Beberapa hidangan khas Imlek memiliki makna simbolis yang mendalam, melambangkan keberuntungan, kesuksesan, dan kebahagiaan.

Salah satu makanan yang wajib tersaji di meja makan itu adalah kue lapis legit.

Bukan saja karena cita rasanya yang manis dan enak, tapi bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, kudapan ini dipercaya mampu mendatangkan rezeki berlimpah.

Semakin banyak lapisannya, semakin banyak juga rezeki yang akan diperoleh.

Kue lapis legit diyakini sebagai simbol kemakmuran. Banyaknya lapisan kue ini melambangkan rezeki yang tidak ada habisnya.

Selain itu, pembuatan lapis legit yang sulit menggambarkan perjuangan dalam mewujudkan impian. Walau berpayah-payah dan menghabiskan waktu yang lama, akan memperoleh hasil yang memuaskan juga.

Namun meski kudapan ini dari dulu tak pernah absen menemani perayaan imlek di Indonesia karena dianggap warisan nenek moyang, ternyata lapis legit tidak berasal dari Indonesia, melainkan Belanda?

Sejarah Lapis Legit

Sejarah mencatat bahwa lapis legit sebenarnya terinspirasi dari kue lapis ciptaan orang Belanda selama tinggal di Hindia Belanda pada masa penjajahan.

Baca Juga: Mengenal Kue Moho, Kue Khas Imlek yang Cuma Ada di Solo, Penampilannya Mirip Bolu Kukus