Terlihat Sepele Namun Bikin Penasaran, Apa Perbedaan Oseng-Oseng dan Cah?

By dina, Jumat, 27 April 2018 | 08:24 WIB
Terlihat Sepele Namun Bikin Penasaran, Apa Perbedaan Oseng-Oseng dan Cah? (dina)

SajianSedap.Grid.ID – Orang seringkali menyamakan tumisan, oseng-oseng, dan cah tanpa mencari tahu apa perbedaan di antaranya.

Persamaannya, jelas ketiganya merupakan masakan yang dimatangkan dengan sedikit minyak.

Yuk, simak perbedaannya lebih seksama.

Jangan sampai ketika Anda menemukan suatu restoran yang menyajikan satu bahan dengan dua cara masak ini, Anda bingung sendiri.

Bukan tidak mungkin, kan, ada restoran yang menjual “cah taoge” dan “oseng-oseng taoge” sekaligus?

Dan, jangan sampai memesan keduanya karena bingung.

Karena itu lebih baik tahu sebelum salah.

(Baca juga: 30 Menit Memasak Oseng Sawi Bakso dengan Langkah Mudah)

Asal Muasal

Oseng-oseng umumnya merupakan tumisan asli tradisional Indonesia dengan bumbu-bumbu lokal.

Sementara itu, cah merupakan tumisan yang bergaya Oriental. Keduanya punya gaya yang berbeda.

(Baca juga: Cah Caisim Jamur Taoco, Siap Dalam 30 Menit)

Bumbu-Bumbu

Terkenal dengan berbagai rempah segarnya, Indonesia tentu memanfaatkan berbagai macam bumbu tersebut di dalam tumisan khasnya, yaitu oseng-oseng.

Bumbu yang dipakai antara lain bawang merah, bawang putih, daun salam, dan lengkuas.

Sementara itu, cah lebih banyak menggunakan bumbu bawang putih dan jahe.

Sering juga irisan bawang bombay turut ditambahkan ke dalamnya.

(Baca juga: Resep Brokoli Tumis Paprika, Lezat Dalam 3 Langkah Mudah)

Jenis Minyak

Ketika membuat oseng, umumnya kita memakai minyak goreng untuk mematangkannya.

Memakai margarin juga tidak ada salahnya karena lebih harum.

Untuk cah, ada bahan wajib lain yang ditambahkan yaitu minyak wijen.

Orang bisa menumis dengan minyak wijen dari awal atau menambahkannya di akhir pemasakan agar aromanya tetap kuat.

(Baca juga: Menu Makan Siang Cepat Tersaji dengan Oseng Telur Puyuh Saus Tiram)

Saus Tambahan

Dengan jumlah bumbu iris seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai yang cukup kaya, biasanya kita tidak perlu menambahkan saus-sausan atau kecap ke dalam oseng.

Soalnya, oseng memang sengaja dibuat ringan.

Berbeda dengan cah yang seringkali diberi tambahan kecap asin, kecap ikan, saus tiram, atau kecap inggris.

Nah, itulah perbedaan mendasar antara oseng-oseng dan cah.

Jangan salahlagi, ya.

Di antara keduanya, manakah yang paling sering Anda buat? (RED)

(Baca juga: Makan Siang Sedap Dengan Cah Ikan Patin Kemangi)