Sering Lihat Tulisan di Kopi Saset, Apa Bedanya Robusta dan Arabika, Banyak yang Belum Tahu Perbedaannya

By Idam Rosyda, Kamis, 23 November 2023 | 10:40 WIB
perbedaan robusta dan arabica (freepik)

SajianSedap.com - Jika Anda penggemar kopi tentu tidak asing dengan 2 jenis kopi yaitu robusta dan arabika.

Dua jenis kopi ini paling sering digunakan dalam bahan baku kopi, terutama kopi saset.

Jika Anda perhatikan dalam kemasannya, robusta dan arabika tentu sering ditulis pada kemasan.

Bahkan jenis kopi ini seringkali disebutkan dalam berbagai iklan pada tayangan televisi.

Lantas apakah keduanya memiliki perbedaan?

Bagi orang awam tentu saja baik robusta dan arabika sama-sama kopi.

Namun keduanya ternyata memiliki perbedaan yang cukup kentara.

Kira-kira apa saja ya?

Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika

Melansir darti The Kitchn, sebelum digiling kopi berbentu biji-bijian.

Biji arabika cenderung memiliki rasa yang lebih manis, lembut, dengan sedikit gula, buah, dan beri.

Keasamannya lebih tinggi, dengan rasa anggur yang menjadi ciri khas kopi dengan tingkat keasaman yang sangat baik.

Baca Juga: Siapa Bilang Cuma Kopi, 4 Minuman Ini Juga Mengandung Kafein, Nomor 2 Lagi Laris-larisnya

Tentu saja Arabika menjadi lebih mahal.

Sebagian besar kopi supermarket secara eksklusif adalah kopi Robusta, dan kopi bubuk instan dan murah tentu saja adalah kopi Robusta.

Anda masih dapat menemukan arabika di toko kelontong, tetapi hanya karena diberi label arabika tidak berarti arabika tersebut berkualitas tinggi.

Namun, Robusta memiliki rasa yang lebih kuat dan lebih keras, dengan sisa rasa seperti biji-bijian dan sisa rasa kacang.

Biji ini mengandung kafein dua kali lebih banyak dibandingkan biji arabika, dan umumnya dianggap kualitasnya lebih rendah dibandingkan biji arabika.

perbedaan biji kopi robusta dan arabika

Mekipun demikian beberapa Robusta berkualitas tinggi dan dihargai terutama dalam espresso karena rasanya yang dalam dan sensasi krim yang enak.

Namun Robusta lebih mudah ditanam.

Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan arabika, dan tidak terlalu rentan terhadap hama dan kondisi cuaca.

Tanaman ini menghasilkan buah jauh lebih cepat dibandingkan tanaman arabika, yang memerlukan waktu beberapa tahun untuk mencapai kematangan, dan menghasilkan lebih banyak panen per pohon.

Robusta ditanam secara eksklusif di Belahan Bumi Timur, terutama di Afrika dan Indonesia.

Baca Juga: Ada di Sekitar Kita, Siapa Sangka 3 Makanan Ini Bisa Membuat Para Dokter Jadi Sepi Pasien, Kok Bisa?

Arabika juga ditanam di Afrika dan Papua Nugini, namun tumbuh dominan di Amerika Latin.

Kolombia hanya memproduksi biji arabika.

Beberapa negara, seperti Brasil dan India, memproduksi keduanya.

Pada akhirnya, ini adalah masalah selera pribadi.

Ingatlah bahwa Robusta juga mengandung kafein dua kali lebih banyak daripada Arabika, ketika memilih campuran kopi.

Jika Anda ingin menghindari sebagian besar kafein, lebih baik pilih jenis kopi robusta saja.

Meski hampir semua kopi saset berbahan kopi robusta dan arabika, namun ada jenis kopi lain yang tentunya diluar dari 2 jenis kopi tersebut.

Di dunia ada dua jenis kopi lain yang juga populer yaitu liberika dan ekselsa.

Liberika sendiri banyak tumbuh di kawasan Liberia.

Di Indonesia, kopi ini lebih banyak tumbuh di Jambi dan bengkulu.

Sementara itu ekselsa, juga tumbuh di lingkungan yang hampir sama dengan liberika.

Namun bedanya, jika liberika memiliki rasa dan aroma antara paduan bunga, buah dan sensasi asap kayu, ekselsa cenderung memiliki rasa buah yang kuat.

Nah sekarang sudah tahu perbedaannya bukan?

Baca Juga: Siapa Bilang Cuma Kopi, 4 Minuman Ini Juga Mengandung Kafein, Nomor 2 Lagi Laris-larisnya