Menggemparkan! Peneliti Buktikan Terlalu Sering Makan Wortel Bisa Bikin Warna Kulit Berubah! Ngeri Banget

By Siti Afifah, Minggu, 12 Juli 2020 | 08:45 WIB
Gak nyangka, dikira sehat ternyata konsumsi wortel juga bisa bahaya buat kulit (tribunnews.com)

Menggemparkan! Peneliti Buktikan Terlalu Sering Makan Wortel Bisa Bikin Warna Kulit Berubah! Ngeri Banget

SajianSedap.com - Apakah anda termasuk penyuka wortel?

Penting diketahui, sering-sering makan wortel yang baik bagi mata, bisa membuat kulit kita menjadi oranye.

Kok bisa?

Tentu kita tahu, wortel merupakan makanan yang kaya akan beta-karoten sehingga manfaatnya sangat tinggi untuk kesehatan.

Tapi kita pun tahu dong, jika segala sesuatu dikonsumsi berlebih, dampaknya akan menjadi tidak baik.

Wortel pun demikian. Jika kebanyakan mengonsumsinya kulit kita akan menjadi oranye.

Mau coba untuk membuktikannya?

Baca Juga: Sayur Lodeh, A Fulfilling Javanese Soup for Easy and Quick Lunch!

Baca Juga: Healthy and Hassle-Free, 4 Food Trends You Will See Everywhere in 2020, According to Food Experts

Bahaya Makan Wortel

Untuk diketahui, terlalu banyak mengonsumsi wortel bisa mengakibatkan karotenemia.

Menurut dokter kulit Melissa Piliang, karotenemia disebabkan oleh terlalu banyak beta-karoten dalam darah.

Beta-karoten merupakan pigmen pada buah dan sayuran yang berwarna merah, oranye dan kuning.

 

“Makan terlalu banyak makanan yang mengandung beta-karoten dapat mengubah warna kulit Anda menjadi oranye,” kata Piliang.

Namun, Piliang menyebut, kasus karotenemia ini jarang terjadi.

Baca Juga: Jarang Ada yang Tahu, Rutin Minum Jus Jahe Dicampur Wortel Ternyata Efeknya Luar Biasa untuk Tubuh! Betul-betul Harus Dicoba

Baca Juga: Cuma Rutin Minum Jus Wortel Setiap Hari, Wanita Ini Bisa Sembuh Dari Kanker Paru-Paru Tanpa Kemoterapi, Kok Bisa ya?

Hal semacam ini hanya terjadi 1-2 kasus dalam setahun.

Oh iya, bukan hanya wortel, yang mengandung beta-karoten antara lain, aprikot, blewah, wortel, mangga, jeruk, labu, dan ubi jalar.

Selain itu karotenemia tidak selalu disebabkan oleh makanan yang bewarna jingga.

Makanan lain seperti apel, kol, sayuran berdaun hijau, kiwi, asparagus, dan bahkan terkadang telur dan keju juga bisa menyebabkan karotenemia.

Karotenemia biasanya merupakan penyebab dari diet ketat atau dari terlalu banyak mengonsumsi makanan tertentu.

Hal ini bisa memicu risiko seseorang mendapatkan terlalu banyak dan terlalu sedikit nutrisi tertentu.

Baca Juga: Tidak Perlu Minum Obat, Coba Ramuan Jus Wortel dan Jahe ini Dijamin Mujarab Menurunkan Kolestrol

Baca Juga: Jangan Mau Ketergantungan Obat, Rutin Minum Ramuan Jus Wortel dan Jahe Ini Ampuh Banget Menurunkan Kolestrol! Wajib Coba

“Anda harus makan sekitar 20-50 miligram beta-karoten per hari selama beberapa minggu untuk melihat perubahan warna kulit,” kata Piliang.

Menurut dia, satu wortel berukuran sedang mengandung sekitar empat miligram beta-karoten di dalamnya.

Makan makanan yang seimbang membantu kita memastikan makan semua nutrisi yang tepat dan dalam jumlah yang tepat.

Artikel Berlanjut Setelah Video Di Bawah Ini

 

Ciri-ciri Karotenemia

Namun, bagaimana warna kulit bisa berubah karena karotenemia?

Dr Piliang, kelebihan beta-karoten dalam darah menempel pada area tubuh yang memiliki kulit lebih tebal.

Misalnya, telapak tangan, telapak kaki, lutut, siku, dan lipatan di sekitar hidung.

Area tersebut merupakan area pertama yang terlihat oleh mata mengalami perubahan warna, dan terlihat sangat jelas pada orang berkulit lebih terang.

Baca Juga: Terkenal dengan Rasa Pedas, Siapa Sangka Cabai Hijau Bisa Menjaga Kesehatan Mata, ini Alasannya

Baca Juga: Rutin Minum Campuran Buah Bit dan Wortel Setiap Hari, Ternyata Bisa Bebaskan Tubuh Dari Penyakit Yang Buat Sengsara Ini!

Perubahan warna kulit akan terus menjadi gelap saat kita makan lebih banyak makanan kaya beta-karoten.

Karotenemia biasanya didiagnosis dengan meninjau riwayat diet dan menguji kadar dalam darah.

Untuk mengatasinya, kita cukup mengurangi jumlah makanan kaya beta-karoten yang kita konsumsi.

Perubahan warna kulit biasanya akan mulai memudar dan kembali normal dalam beberapa bulan.

"Anak-anak kecil mungkin berisiko lebih tinggi terkena karotenemia karena makanan bayi yang dihaluskan seperti labu dan wortel," kata Piliang.

Namun, ia menegaskan, karotenemia tidak menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya.

Baca Juga: Cuma Minum Campuran Bayam, Wortel, dan Lemon Selama Seminggu Saat Perut Kosong, Rasakan Manfaat Luar Biasa Ini Dalam Tubuh!

Baca Juga: Bukan Hoax! 4 Sayuran Murah Ini Betul-betul Bisa Hilangkan Stres! Wajib Dicoba Saat Pulang Kerja

Terlepas dari itu, kita harus melakukan pemeriksaan saat melihat adanya banyak rona kuning pada kulit atau sesuatu yang tidak beres.

Penyakit ginjal, penyakit kuning, penyakit tiroid, diabetes dan anoreksia semuanya dapat menyebabkan perubahan warna kulit.

Saat mengalami karotenemia, bagian putih mata harus tetap putih, tidak seperti penyakit kuning di mana bagian putih mata berwarna kuning.

Kasus karotenemia adalah contoh nyata adanya efek samping mengonsumsi terlalu banyak makanan tertentu, meski makanan tersebut kaya gizi.

Ini menunjukkan betapa pentingnya melakukan diet seimbang dengan mengonsumsi berbagai buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, lemak sehat dan karbohidrat kompleks.

Nah, jika kita melihat adanya perubahan warna pada kulit dan itu tidak hilang dalam beberapa hari, segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Jangan Cuma Makan Wortel untuk Kesehatan Mata, Deretan Makanan Ini Juga Ampuh Jauhkan Mata dari Berbagai Penyakit!

Baca Juga: Ngeri, Ternyata Sayur Bayam Jika Dibeginikan Bisa Sebabkan Keracunan dan Sesak Napas Hingga Sakit Kepala