Jangan Anggap Sepele! Masuk Angin yang Berulang Bisa Jadi Tanda Tubuh Derita Penyakit Berbahaya Ini, No 1 Sering Renggut Nyawa Artis di Usia Muda

By Virny Apriliyanty, Kamis, 15 Oktober 2020 | 17:45 WIB
Jangan Anggap Sepele! Masuk Angin yang Berulang Bisa Jadi Tanda Tubuh Derita Penyakit Berbahaya Ini, No 1 Sering Renggut Nyawa Artis di Usia Muda (Freepik)

Jangan Anggap Sepele! Masuk Angin yang Berulang Bisa Jadi Tanda Tubuh Derita Penyakit Berbahaya Ini, No 1 Sering Renggut Nyawa Artis di Usia Muda

SajianSedap.com - Cuma di Indonesia ada penyakit bernama masuk angin.

Penyakit ini pun dianggap penyakit sepele dan tidak berbahaya.

Namun, tahukah kamu kalau masuk angin yang berulang bisa jadi tanda tubuh derita penyakit berbahaya ini.

Penyakit masuk angin tidak dikenal dalam dunia kedokteran modern.

Istilah masuk angin hanya sering digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menggambarkan rasa tidak enak badan tanpa penyebab yang jelas.

Baca Juga: Masih Ngeyel Mau Simpan Tomat dalam Kulkas? Bahayanya Tidak Main-main Ternyata

Baca Juga: Sering Ada di Meja Makan, 5 Makanan ini Bisa Bikin Kita Pikun Sebelum Tua! Bahaya Banget

Biasanya, orang-orang yang mengaku menderita masuk angin akan mengelukan sejumlah kondisi, seperti nyeri otot atau badan pegal-pegal, sakit kepala, perut kembung, hingga batuk pilek.

Kiranya tak begitu menjadi masalah serius jika keadaan yang dianggap sebagai masuk angin hanyalah gejala myalgia atau istilah medis untuk kondisi pegal-pegal di otot tubuh.

Tapi sayangnya, terdapat sejumlah gangguan kesehatan yang lebih serius sering pula dianggap sebagai masuk angin dan akhirnya tidak ditangani secara tepat hingga rentan menimbulkan komplikasi berbahaya.

Berikut ini adalah beragam penyakit yang sering dianggap sebagai masuk angin untuk diwaspadai:

1. Serangan jantung

Melansir buku Menaklukkan Pembunuh No. 1 (2010) karya Dr. A. Fauzi Yahya, Sp.J.P. (K), FIHA, orang bisa keliru menduga gejala serangan jantung sebagai gejala masuk angin atau angin duduk.

Serangan jantung selama ini memang dikenal memiliki keluhan yang khas, yakni sakit di dada sebelah kiri.

Tapi, malah di situlah letak persoalannya.

Selain kemampuan awam yang terbatas dalam menganalisis ciri khas penyakit jantung, variasi intensitas rasa sakit itu sendiri juga dapat mengecoh.

Masuk Angin

Baca Juga: Bahaya Ke Salon Saat Corona, Coba Campurkan Bawang Bombay dengan Sampo Saat Keramas, Hasilnya Pasti Bikin Melongo!

Baca Juga: Jadi Kebiasaan! Stop Makan Mi Goreng dengan 2 Bahan Tambahan Ini, Efeknya Bisa Sampai Kanker dan Gagal Ginjal!

Sebagian penderita serangan jantung memang menyampaikan keluhan khas serangan jantung, yaitu nyeri dada kiri bak terimpit benda berat.

Rasa sakit itu juga bisa menjalar ke lengan dan punggung.

Tapi pada kenyatannya, keluhan yang dialami sebagian penderita lain tidak begitu khas.

Sebagai contoh, rasa tidak enak di ulu hati yang disertai dengan keringat dingin atau rasa tercekik di leher.

Perlu dipahami, serangan jantung atau dalam terminologi medis dikenal sebagai infark miokard akut (IMA) adalah penyakit akibat peradangan.

Proses peradangan ini bukan hanya terjadi secara lokal di jantung, tetapi juga secara sistemik.

Kondisi tersebut dapat dibuktikan dengan temuan adanya beberapa tanda peradangan yang berkeliaran di dalam pembuluh darah, seperti peningkatan jumlah leukosit dan kehadiran C-reactive protein (CPR).

Peradangan itulah yang akhirnya membuat penderita serangan jantung mungkin akan merasa:

Baca Juga: Disebut Bisa Sebabkan Kanker, Ahli Minta Kita Tak Makan Satu Bagian Tubuh Lele Ini! Wajib Dibuang

- Lesu

- Pusing

- Tak bertenaga

- Suhu tubuh meningkat

-  Keluar keringat dingin

- Mual dan muntah

Semua gejala tersebut kiranya kerap ditafsirkan oleh orang awam sebagai gejala masuk angin atau angin duduk.

Karena menduga itu, para penderitannya pun kemudian hanya mengakses pengobatan sederhana, seperti minta kerokan atau sekadar minum obat pereda rasa sakit.

Padahal, orang-orang tersebut membutuhkan penanganan medis lebih serius.

Jadi, penderita gejala masuk angin harus ditangani dengan penuh kewaspadaan, terutama bagi yang memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK).

Baca Juga: Catat! Pemilik Golongan Darah O Disarankan Tak Lagi Makan Jagung, Efek Sampingnya Bisa Lebih Buruk dari Manfaatnya

2. Sakit mag

Orang kiranya sering juga keliru menganggap gejala sakit mag sebagai penyakit masuk angin yang biasa.

Padahal, jika sakit mag tidak ditangani dengan tepat, bisa berkembang menjadi penyakit gastritis kronis.

Melansir Health Line, ada beberapa komplikasi yang berkaitan dengan gastritis kronis, seperti penyempitan esofagagus yang menyebabkan sulit menelan dan nyeri dada, peritonitis (dinding lambung robek) yang dapat menimbulkan infeksi serius, termasuk kanker lambung.

Artikel berlanjut setelah video di bawah ini. 

Untuk memastikan kondisi yang terjadi saat mengeluh masuk angin, Anda akan lebih baik jika segera berkonsultasi dengan dokter.

Tapi setidaknya, berikut ini adalah beberapa gejala sakit mag yang bisa dikenali:

- Nyeri ulu hati disertai sensasi terbakar di bagian dada

- Mual saat atau setelah makan

- Perut kembung dan terasa penuh

- Mudah kenyang

- Sering sendawa Intoleransi terhadap makanan berlemak

- Nafsu makan menurun karena perut terasa sakit

- Naiknya asam lambung

- Penurunan berat badan

Dalam kondisi parah, mual dan muntah biasanya akan terjadi secara terus menerus, bisa ditemukan tinja berwarna gelap atau mengandung darah, muntah darah, nyeri perut yang tiba-tiba dan terasa begitu menyakitkan, hingga sulit bernapas.

Baca Juga: Hati-hati, Jangan Beli Ikan Jika punya Ciri-ciri Seperti ini, Bahayanya Mengerikan Bagi Tubuh

3. Rematik hingga gangguan organ dalam

Sakit punggung adalah kondisi yang sering dikeluhkan seseorang ketika mengaku mengalami masuk angin.

Sakit punggung tersebut diyakin terjadi karena saraf pada punggung tertekan oleh angin atau gas yang berkumpul dalam tubuh.

Faktanya, sakit punggung bagian kiri maupun kanan dapat pula disebabkan oleh kondisi medis, seperti rematik hingga adanya gangguan organ dalam (ginjal, pankreas, usus besar, atau rahim).

Untuk memastikan penyebab sakit punggung yang terjadi, Anda bisa mengidentifikasi gejala lain yang muncul.

Misalnya, penderita rematik biasanya tak hanya akan merasakan nyeri di punggung, tapi juga di bagian sendi lainnya, seperti pergelangan tangan, pinggang, kaki.

Semetara, penderita batu ginjal cenderung mengalami nyeri yang menjalar dari punggung bagian samping sampai ke pangkal paha.

Selain itu, Anda tentu bisa juga segera mendatangi dokter untuk memastikan penyebab kondisi medis yang dianggap sebagai masuk angin.

Baca Juga: Sering Dijual Pedagang Nakal, Jangan Pernah Beli Telur Ayam dengan Cangkang Seperti ini Walau Harganya Murah Meriah

Gangguan pencernaan dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti mual, muntah, perut kembung, diare, sembelit, dan sensasi perih atau nyeri ulu hati.

Gejala-gejala tersebut, khususnya mual dan perut kembung juga sering dikatakan sebagai masuk angin.

Penyebab gangguan pencernaan bermacam-macam, antara lain keracunan makanan, infeksi virus maupun bakteri, alergi atau intoleransi makanan, dan stres.

4. Infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA)

ISPA adalah penyakit yang cukup sering menyerang masyarakat Indonesia dengan gejala demam, pilek, dan batuk.

Penyebab ISPA bisa karena infeksi virus atau bakteri.

Sebagian besar ISPA memiliki gejala yang ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Tapi, apabila tidak segera ditangani dan infeksi sudah menyerang saluran pernapasan bawah, mulai dari trakea dan saluran udara dalam paru-paru, gejalanya akan lebih berat dan bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Baca Juga: STOP Mencuci Botol Minum dengan Air Keran Mulai Sekarang, Hal Berbahaya ini Bisa Menyerang Tubuh

Komplikasi yang sering terjadi akibat ISPA adalah gagal napas akibat paru-paru berhenti berfungsi, peningkatan kadar karbon dioksida dalam darah, serta gagal jantung.

Oleh sebab itu, penting untuk memastikan penyebab masuk angin yang dialami.

5. Demam berdarah dengue (DBD)

DBD maupun malaria juga termasuk penyakit infeksi yang sering terjadi di negara tropis, seperti Indonesia.

Keduanya sama-sama ditularkan lewat gigitan nyamuk.

Sayangnya, DBD dan malaria rentan dianggap pula sebagai masuk angin sehingga penanganannya bisa jadi terlambat.

DBD dan malaria antara lain bisa menyebabkan gejala demam, nyeri sendi, pegal-pegal, menggigil, dan lemas yang juga dicirikan sebagai gejala masuk angin.

Padahal, tidak ditangani secara tepat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius hingga kematian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Penyakit yang Sering Dianggap Masuk Angin Padahal Bisa Berbahaya"

Baca Juga: Hati-hati, Jangan Beli Ikan Jika punya Ciri-ciri Seperti ini, Bahayanya Mengerikan Bagi Tubuh