Dibocorkan Pedagang! Ternyata Tahu Bacem Harus Direndam dalam Campuran Bumbu Rahasia Ini Supaya Bisa Meresap Sampai ke Dalam, Jamin Enak 100%

By Virny Apriliyanty, Selasa, 11 Januari 2022 | 08:05 WIB
Tahu Bacem ()

Dengan cara ini bumbu akan lebih meresap dan rasanya akan lebih enak.

Bagaimana? Siap membuat baceman sendiri di rumah?

Jangan lupa melihat halaman Sajian Sedap untuk aneka resep baceman yang teruji kelezatannya.

Selamat mencoba di rumah ya Sase Lovers!

Jangan Beli Tahu dengan Ciri Ini

Baca Juga: Beli Rambutan Kok Disuruh Pilih yang Banyak Semut, Pedagang Buah Ini Kasih Tahu Alasan Tak Terduga, Gak Bakal Nyangka!

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat Bayu Sari Hastuti mengatakan, dari sidak yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional ditemukan cukup banyak tahu yang mengandung formalin.

Formalin tersebut digunakan agar tahu bisa bertahan lebih lama.

"Ada bahan pangan seperti tahu yang sering dikasih formalin supaya enggak cepat busuk," ujar Bayu saat dihubungi, Rabu (30/5/2018).

tahu

Bayu mengatakan, diduga pemberian formalin pada tahu tidak dilakukan di pabrik produksi melainkan di distributor agar tahu yang dijual bisa awet.

Masyarakat bisa menandai tahu yang diberi formalin dengan memegang tahu tersebut.

Bila terasa lebih kenyal, patut dicurigai tahu tersebut berformalin.

Konsumen juga bisa mengetahui apakah tahu tersebut berformalin atau tidak dengan mendiamkannya selama semalam.

Jika tahu tidak busuk, patut diduga tahu tersebut mengandung formalin.

Baca Juga: Ternyata Modalnya Cuma Selai Kacang dan 1 Bahan Dapur Ini, Tikus Bisa Ngacir Gak Balik ke Rumah Lagi!

"Kami sudah telusuri sampai pabriknya, bersih airnya, bahan bakunya, enggak ada formalin, jadi mungkin distributornya. Distributornya ngambil, ngasih ke pedagang supaya awet, kan pedagang enggak tahu kalau ada formalinnya," ujar Bayu.

Rabu pagi Sudin KPKP Jakarta Pusat dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta melakukan sidak ke sejumlah pasar di Jakarta.

Pasar tersebut yaitu Pasar Senen Blok III, Pasar Gondangdia, Pasar Cikini, serta pasar modern di daerah Menteng dan Gajah Mada.

Dari sidak tersebut ditemukan sejumlah makanan yang mengandung formalin, boraks, dan penggunaan pewarna pakaian khususnya pada tahu, daging ayam, dan kerupuk.